Lulusan SMA keatas Nganggur, Menengah kebawah Kerja Minim Keterampilan

Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Prof. Anwar Sanusi.jpeg

KBRN, Mataram : Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker) tidak menapik jika angka penggangguran terbuka banyak berasal dari lulusan sekolah menengah keatas hingga perguruan tinggi. Sedangkan yang tidak menganggur atau bekerja adalah lulusan menengah kebawah.

Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Prof. Anwar Sanusi kepada wartawan menyebutkan, persoalan pengguran terbuka ini terjadi akibat masih rendahnya keterampilan atau skill sesuai yang dibutuhkan dunia kerja.

“Kalau dari sisi data, yang nganggur itu banyak yang tingkat menengah keatas, yang tidak nganggur itu adalah menengah kebawah. Tapi yang bekerja ini istilahnya tidak cukup untuk mencukupi misalnya untuk menabung dan sebagainya. Dan yang bekerja persentasenya cukup untuk yang menengah keatas,” katanya, Selasa (5/7/2022) di Mataram.

Sehingga hal ini menjadi tantangan bersama. Artinya kenapa ini bisa terjadi yang salah satunya disebabkan karena belum memiliki keterampilan yang dibutuhkan. Makanya ini menjadi tantangan bagi Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mendesain sebuah pelatihan yang dibutuhkan oleh lapangan pekerjaan.

Kemudian yang kebawah jelasnya, juga sama bagi yang SMP dan SD sehingga gajinya yang diperoleh cukup rendah. Karena keterampilan yang dimiliki masih keterampilan dasar sehingga mereka masih berada di bawah garis kemiskinan.

“Nah ini tantangan karena keterampilan yang dimiliki masih minim, makanya ini terus kita dorong agar menjadi meningkat,” ungkapnya.

Dorongan yang diberikan kepada pekerja menengah kebawah ini adalah dengan meningkatkan keterampilannya. Kebanyakan pekerja ini berada di sector-sektor yang sifatnya primer yakni pertanian, perkebunan, perladangan dan lainnya.

“Dimana istilanya mereka ini meningkat menjadi sector skunder, misalnya apa, olahan hasil-hasil pertanian, perkebunan dan perladangan. Itu akan memiliki nilai tambah,” tegasnya.

Seluruh pihak memiliki peran yang sama dalam meningkatkan kemampuan para pekerja ini agar kedepan semakin professional sehingga angka pengangguran terbuka semakin minim.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar