Waspada Penyakit Diare dan ISPA Saat Pancaroba

Asisten III Setda NTB dr. Nurhandini Eka Dewi.jpg

KBRN, Mataram: Saat musim pancaroba, peralihan musim dari hujan ke kemarau dan sebaliknya beberapa penyakit seperti diare dan infeksi saluran pernafasan (ISPA) perlu diwaspadai. Pasalnya, penyakit-penyakit ini selalu meningkat saat musim pancaroba.

“ISPA dan diare itu termasuk penyakit tiga besar di Indonesia, tetap selalu tiga besar sehingga kalau perubahan musim atau cuaca selalu terjadi peningkatan,” kata Asisten III Setda NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, kepada RRI Jumat (1/7/2022).

Eka mengatakan, saat ini penyakit diare dan ispa mulai menyerang warga akibat adanya peralihan musim. Apalagi beberapa hari terakhir hujan masih kerap turun, padahal sudah memasuki musim kemarau.

Sehingga, warga diimbau untuk tetap waspada dengan pola hidup sehat dan tetap menjalankan protokol kesehatan. Karena, penyakit ISPA menular melalui udara.

“ISPA menular dari udara jadi samalah penangannya gunakan saja masker, yang sakit, yang sehat pakai aja masker supaya gak ketularan,” ujar dr. EKa.

“Sementara kalau diare jaga kebersihan makanan, cuci tangan pakai sabun tetap prokes,” imbuhnya.

Penyakit ISPA dan diare kata dr. Eka lebih banyak menyerang anak-anak. Oleh sebab itu, ia meminta orang tua untuk memperhatikan kebersihan makanan anaknya dan tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat.

Dijelaskan, gejala penyakit ISPA ditandai dengan batuk-filek, kesulitan bernafas. Selain itu, hidung tersumbat, batuk kering tanpa dahak, demam ringan hingga sakit tenggorokan.

Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit ISPA dan diare, masyarakat harus membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan yang bergizi serta buah-buahan dan sayur-sayuran serta menjaga stamina tubuh dengan banyak istirahat.

“Masyarakat dapat menjaga kesehatan lingkungan dengan menggunakan air bersih dan jika masak air harus sampai mendidih,” tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar