Wagub NTB Minta Dosen Cabul di Mataram Dihukum Seberat-beratnya

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah .jpeg

KBRN, Mataram: Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengecam keras oknum dosen yang melakukan pencabulan terhadap sepuluh mahasiswi di Kota Mataram. Wagub meminta aparat penegak hukum menindak oknum dosen tersebut dengan hukuman seberat-beratnya.

“Tentunya sangat mengecam keras dan pelakunya harus dihukum seberat-beratnya,” tegas Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, Kamis (30/6/2022).

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB T. Wismaningsih Dradjadiah juga sangat menyayangkan kasus kekerasan seksual kembali terjadi di lingkungan pendidikan. Oleh sebab itu, pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap korban.

“Pihak kampus harusmengabil tindakan kalau benar-benar dilakukan di dalam kampus. Kami akan melakukan pendampingan terhadap korban,” katanya.

Berdasarkan data DP3AP2KB NTB, sepanjang tahun 2021, jumlah kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dewasa di NTB sebanyak 57 kasus. Dengan rincian, Kabupaten Bima 22 kasus, Kabupaten Dompu 3 kasus, Lombok Barat 8 kasus, Lombok Timur 9 kasus, Lombok Utara 3 kasus, Lombok Tengah 1 kasus, Sumbawa 5 kasus, Sumbawa Barat 2 kasus, Kota Bima 3 kasus dan Kota Mataram 1 kasus.

Sedangkan jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dewasa di NTB pada 2021 sebanyak 462 kasus. Dengan rincian Kabupaten Bima 53 kasus, Kabupaten Dompu 22 kasus, Lombok Barat 67 kasus,Lombok Tengah 10 kasus, Lombok Timur 185 kasus, Lombok Utara 28 kasus, Sumbawa 28 kasus, Sumbawa Barat 10 kasus, Kota Bima 27 kasus dan Kota Mataram 32 kasus.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar