Jelang Idul Adha 1443 H, Dinas Pertanian dan Peternakan Lobar Siap Periksa Hewan Kurban Secara Gratis

KBRN, Lombok Barat : Dinas Pertanian dan Peternakan  Lombok Barat siap  memfasilitasi pemeriksaan hewan kurban secara gratis. Untuk itu, para dermawan yang hendak berkurban saat Idul adha 1443 Hijriyah,  diharapkan melaporkan hewan yang akan  di kurbankan. Langkah ini  untuk mengetahui apakah hewan tersebut kondisinya layak atau tidak untuk dikorbankan.

Jumlah hewan kurban yang tersedia di Lobar saat ini mencapai 16.000 ekor. Namun yang bisa dibeli oleh masyarakat  untuk dikurbankan hanya mencapai  sekitar 990 ekor sapi dan 1000 ekor kambing.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Barat  H. Lalu Winengan, Rabu (29/06/2022) meminta   para dermawan dan masyarakat yang mampu  berkorban,  secara teknis diharapkan dapat melaporkan  ke Dinas Pertanian dan Peternakan, guna menurunkan  tim Kesehatan Hewan, untuk melakukan pengecekan hewan kurban secara gratis,   terkait kondisi kesehatan dari  hewan ternaknya, apakah layak atau tidak untuk dikurbankan.

“Jadi kalau  ingin berkorban, melaporlah  kepada kami, supaya kami menurunkan tim kesehatan untuk melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban tersebut, agar dapat dipastikan hewan tersebut layak atau tidak untuk dikorban pada hari raya idul adha 1443 Hijriyah,” kata Winengan.

Winengan menjelaskan  kendati hewan kurban yang terjangkit Penyakit Mulut dan  Kuku (PMK red.) sebenarnya tidak berbahaya bagi manusia. Hal ini diperkuat   setelah adanya fatwa MUI yang menyebut itu masih halal dikonsumsi dan tidak berbahaya selama diolah dengan benar.

Kendati demikian  tim kesehatan hewan tetap melakukan pemeriksaan sejumlah hewan ternak yang akan dikurban, apalagi  ditengah Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) semakin gencar melaklukan pemeriksaandan pengobatan hewan-hewan ternak milik warga masyarakat yang terjangkit PMK.    

“Hasilnya sapi yang terjangkit PMK di Lombok Barat  mencapai sekitar 10. 174 ekor  dan yang sudah dinyatakan sembuh mencapai  6. 164 ekor. Dengan demikian  dari data tersebut   tingkat kesembuhan ternak Lombok Barat yang terpapar PMK  sudah berhasil ditekan mencapai 50 persen lebih,” pungkas Winengan.  (Ryan Muchdar)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar