Terbaik ADWI 2022, Taman Loang Baloq Usulkan Miliiki Mini Zoo hingga Air Mancur Menari

Menparekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno saat mengunjungi Taman Loang Baloq.jpeg

KBRN, Mataram: Pasca ditetapkannya Taman Loang Baloq menjadi salah satu desa wisata terbaik ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, Pemerintah Kota Mataram mengusulkan bantuan penambahan fasilitas ke Kementerian Pariwisata. Fasilitas yang diusulkan yaitu kebun binatang mini atau mino zoo, lahan untuk permainan skateboard, dan air mancur menari.

“Tiga usulan yang kami usulkan pertama mini zoo, kedua perluasan arena skatepark, terus kemudian itu air mancur menari di tengah kolam yang ada di sini (di Loang Baloq),” ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram H. Nizar Denny Cahyadi, Selasa (28/6/2022).

Denny mengatakan, usulan tersebut disambut positif oleh Menteri Pariwisata Sandiaga Salahudin Uno saat ke Mataram melakukan penilaian ADWI di Taman Loang Baloq beberapa hari lalu. Menurutnya, penambahan fasilitas ini diperlukan agar Taman Loang Baloq yang sudah ditata bisa lebih lengkap.

“Itu yang kami usulkan ke pak Menteri melalui Pokdarwis, insyaallah semoga ini bisa terealisasi dengan bantuan pak Menteri dan jajarannya,” katanya.

Oleh sebab itu, karena sudah ada persetujuan dari Menteri Pariwisata, Pemkot Mataram akan langsung menindaklanjutinya dengan bersurat secara resmi. Bantuan melalui pemerintah pusat ini sangat diharapkan karena penambahan tiga fasilitas tersebut belum bisa dianggarkan melalui APBD.

“Anggaran yang kita dibutuhkan lumayan sekitar Rp 3-5 miliar,” kata Denny.

Menurut Denny, lahan yang dibutuhkan untuk mini zoo tidak terlalu luas. Rencananya, lahan ini bisa berdampingan dengan arena skatepark dan taman bermain anak-anak.

“Kita masih ada lahan di sebelah utara dan kemudian skatepark juga bisa di situ. Nanti bisa dikolaborasikan dengan taman bermain anak,” ujarnya.

Dispar Kota Mataram merencanakan, binatang yang akan ditampung dalam mini zoo tersebut seperti burung serta hewan yang ramah kepada manusia. Namun, untuk menghidupkan nama Loang Baloq, Dispar Kota Mataram juga berencana menyiapkan buaya. Akan tetapi karena binatang tersebut cukup berbahaya maka dinilai belum bisa direalisasikan.

“Pinginnya sih itu cuma kalau nanti ada bebaloq (buaya) harus ada satu kandang yang benar-benar aman,” tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar