Kontrol dan Bangun Daerah, Pemuda Lantang Bersuara

KBRN,  Mataram : Tokoh Sepuh NTB HL Mesir Suryadi mendorong pemuda lebih lantang bersuara dalam melakukan kontrol terhadap jalannya pembangunan di NTB. 

“Pemuda harus mulai membangun konsolidasi lebih erat lagi, lebih kokoh, mengawal sisa periode kepemimpinan (Kepala Daerah), tolong KNPI pemuda ini dibina,” katanya di acara Halal Bihalal KNPI NTB, Sabtu (21/5/2022). 

Sebagai rumah bersama KNPI dapat menjadi wadah pemuda menyatukan kekuatan.

“Sehingga ada kesatuan pendapat dan pemikiran untuk disuarakan ke pemerintah ke mana arah pembangunan NTB,” imbuhnya. 

Dalam sejarah bangsa, pemuda selalu menjadi bagian dalam catatan sejarah arah pembangunan. Peran besar itu selalu dijaga dari generasi ke generasi.

“Ketika pemimpin kurang memotivasi atau mendekati rakyatnya, maka pemuda harus bersuara kencang mengingatkan pemerintah,” katanya. 

Pemuda memiliki energi sosial dan politik yang besar. Namun harus digunakan dengan bijak untuk mengingatkan pemerintah agar mengurusi rakyat dengan sebaik-baiknya. Begitu juga sebaliknya, pemimpin diingatkan memperhatikan rakyatnya dengan sebaik-baiknya. Tidak hanya sibuk dengan urusan pribadi dan kelompoknya saja. 

“Jangan jadi pemimpin (yang cuma) mengurus istri-istrinya saja,” celetuknya. 

Dalam perspektif pemuda dengan pemimpin di NTB, KNPI didorong aktif melakukan pengawasan terhadap kerja pemerintah. Sebaliknya, Kepala Daerah di NTB diingatkan agar memperhatikan, mendengar masukan dan pandangannya dari pemuda.

“Iya kita sayangkan beliau (Gubernur, Red) tidak hadir (dalam acara halal bihalal KNPI NTB), padahal ini kesempatan untuk mendengar apa yang menjadi masukan dari pemuda di KNPI. Tapi kita berbaik sangka saja, mungkin beliau ada kesibukan lain, semoga di acara pemuda berikutnya bisa hadir,” pungkasnya. 

Gubernur NTB 2003-2008 HL Serinata yang hadir dalam silaturahmi itu juga sempat menanyakan kehadiran Gubernur. 

“Pak Gubernur ada hadir?” tanyanya. Mendapat jawaban, Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah berhalangan hadir, tokoh sepuh NTB itu tersenyum.

“Sayang sekali ya, tapi tidak apa-apa, pemuda teruslah berbuat (bagi daerah) apa yang bisa diperbuat,” katanya memberi motivasi pada Organisasi Kepemudaan di bawah KNPI yang hadir. 

Serinata memilih menyoroti tentang pentingnya peran pemuda menyusul keberadaan Sirkuit Mandalika.

"Saya khawatir pembangunan akan semakin sulit terkendali setelah keberadaan Sirkuit Mandalika, gunung-gunung dan hutan akan digunduli, pemuda harus mengambil bagian dalam menjaga kelestarian alam,” pesannya. 

Saat ini saja, sejumlah gunung di pulau Lombok dan Sumbawa telah banyak yang gundul. Bencana juga telah dituai yang akhirnya menyisakan kesedihan bagi mereka yang terdampak. 

“Pemuda harus lebih gesit lagi, ambil bagian dalam menjaga alam ini,” ujarnya. 

Tokoh NTB lainnya Sunardi Ayub menyoroti tentang dinamika politik yang belakangan berkembang. Politik ‘belah bambu’ dinilai berhasil menggembosi kekuatan politik yang mengancam. 

“Sekarang eranya dualisme, ada partai yang pecah, pemuda (KNPI, Red) juga dipecah, ini yang kita khawatirkan akan berdampak pada kekuatan mengawal pemerintah dalam menyejahterakan rakyatnya,” ujarnya. 

Oleh karenanya di tengah rong-rongan yang berupaya memecah belah itu, pemuda diharapkan tetap kokoh dalam idealismenya. Tetap solid, kompak, dalam membangun konsolidasi.

“Masih banyak masyarakat belum sejahtera yang harus diperjuangkan pemuda, pendapatan per kapita kita yang masih belum sesuai harapan, banyak juga masyarakat yang tidak hanya miskin tapi sangat miskin harus diperjuangkan keadaannya oleh pemuda,” ujarnya. 

Sementara itu, Ketua KNPI NTB Terpilih Baihaqi, mengatakan saat ini pemuda tengah merindukan sosok pemimpin yang mengayomi. 

“Pemuda saat ini merindukan kehadiran sosok seorang ayah,” katanya. 

Pada konteks KNPI yang tengah terkotak-kotak, berimbas pada pemuda yang akhirnya terpecah belah.  Namun Baihaqi menegaskan komitmen dan upaya untuk terus menyatukan seluruh elemen pemuda dalam satu payung.

"KNPI ini adalah wadah berkumpul bagi para OKP dan pemuda, di mana keberadaannya diakui oleh negara,” tekannya. 

Baihaqi juga menyinggung, langkah keliru pejabat daerah yang menabrak legitimasi KNPI yang telah digariskan dalam aturan negara. 

“Hanya dengan dalih mengakomodir dan kebersamaan, semua peraturan ditabrak,” sesalnya. 

Baihaqi juga sempat menyindir gubernur. “Pemimpin kita yang kebetulan gubernur NTB kita harapkan bisa bersikap bijak tidak lantas hanya faktor kedekatan emosional mengakomodir sehingga tidak bijak dalam menyikapi perselisihan atau perbedaan pemikiran yang ada di anak muda ini,” ujarnya. 

Eksistensi KNPI yang dinakhodainya telah berumur puluhan tahun. Sejak berdiri, telah banyak memberi kontribusi dalam mengiringi pembangunan daerah di bidang kepemudaan. 

“Ibarat dalam sebuah keluarga, kalau KNPI ini adalah anaknya pemerintah, maka sewajarnya diberi perhatian yang proporsional. Tidak bisa kebutuhannya disamakan dengan anak lain yang usianya lebih muda,” katanya mencontohkan. 

Pemuda di KNPI harus didengar usul dan pendapatnya. Diajak bicara agar tidak hanya melulu bicara tentang politik praktis.Tetapi juga tentang kesejahteraan dan pemberdayaan. 

“Politik praktis malah mendekatkan kita pada politik transaksional, itu tentu tidak kita inginkan,” ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar