Soal Tudingan Merusak Lingkungan, Ini Jawaban STM

Untuk membantu warga lingkar tambang, PT STM dengan CSRnya, melakukan pengeboran untuk pemenuhan kebutuhan air bersh.jpg

KBRN, Dompu : Communication Manager PT Sumbawa Timur Mining (STM) Agus Hermawan membantah jika kegiatan pertambangan yang dilakukan dalam masa eksplorasi ini, merusak lingkungan. Untuk mengambil sample mineral yang akan di tambang, menggunakan tehnik pengeboran.

"Itu pun beberapa titik. Dan kita catat semua pohon-pohon yang kita tebang yang nantinya akan kita tanam ulang setelah selesai kegiatan eksplorasi," katanya, Sabtu, (21/5/2022).

Tidak hanya pohon, yang merupakan vegetasi asli, habitat lain yang berdampak, lanjut Agus,  juga akan diganti. Pertambangan eco green, kata Agus, diterapkan dalam siatem pertambangan di Hu'u. Bahkan nantinya, saat eksploitasi dijalanankan, penambangannya juga akan menggunakan sistem terowongan. Metode ini tidak akan merusak vegetasi di lokasi tambang.

Terkait tudingan berkurangnya debit air, jelas Agus, di wilayah Hu'u, memang sudah terjadi sebelum kegiatan pertambangan dimulai. Maka, salah satu CSR-nya, kata Agus, digunakan untuk membantu warga untuk mengebor air dalam. 

"Ada beberapa titik yang kita bangun terkait penyediaan air bersih. Itu belum CSR untuk pendidikan, peningkatan ekonomi Masyarakat lingkar tambang," jelasnya.

Sebelumnya, masa aksi yang tergabung dalam Gema Hu'u menggelar aksi untuk rasa didepan Gerbang PT STM. Masa aksi menuding kegiatan pertambangan merusak lingkungan. Masa aksi juga menuding PT STM dalam kegiatannya merusak lingkungan sehingga berakibat penurunan debit air.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar