Haji Pencapaian Tertinggi Ummat Islam, Kemenag Berikan Layanan Terbaik

KBRN, Mataram : Haji menjadi icon penyempurna bagi umat Islam setelah zakat, sholat dan sebagainya. Sehingga haji menjadi akumulasi dari sebuah pencapaian umat Islam. Untuk itulah haji, sangat dirindukan oleh umat Islam, agar bagaimana bisa menunaikannya di Baitullah.

Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Haji Ahmad Abdullah S.Ag, MAP, mengatakan bahwa haji adalah puncak yang sangat dirindukan ummat Islam yang undangannya khusus dari Allah SWT.

"Undangannya khusus beda dengan undangan yang kalau kita ada mungkin membuat surat undangan pernikahan. Ini undangannya langsung dari Allah SWT, makanya dirindukan semua umat islam," katanya, Rabu (18/5/2022) malam pada Sosialisasi dan Publikasi Fasilitas Layanan Bimbingan Jemaah Haji dan Umrah di UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok Tahun Anggaran 2022, di salah satu hotel di Kota Mataram.

Ia menjelaskan bahwa dalam manajemen di asrama haji harus menggunakan marketing. Tapi haji marketingnya langsung dari Allah SWT sehingga tidak perlu dipasarkan mengingat ada undangan langsung dari Al-Qur'an.

​​​​​Penyelenggaraan ibadah haji sebagaimana diketahui adalah suatu keistimewaan karena negara sebenarnya tidak didaulat sebagai negara agama tapi patut disyukuri bahwa Indonesia memiliki undang-undang rukun Islam yang kelima ini dinegarakan dengan UU nomor 8 tahun 2019. 

"Dan ini unik hanya terjadi di sekian ratus negara yang punya UU Haji itu negara Indonesia. Itu yang perlu kita syukuri. Ini betul-betul bagian dari perhatian pemerintah, dimana pemerintah harus selalu berdampingan, selalu mendampingi masyarakat khususnya ummat Islam agar bagaimana hajatnya terpenuhi untuk bisa melakukan rukun Islam kelima yaitu haji. Dimana haji dilaksanakan di negara orang, negara berdaulat yang tidak bisa diatur oleh siapapun walaupun kita punya UU sesungguhnya hanya membantu kelulusan atau kelancaran proses penyelenggaraan haji yang diselenggarakan oleh pemerintah Arab Saudi," imbuhnya.

Karenanya kegiatan ini merupakan bagian dari UU dalam konteks manajemen bahwa penyelenggaraan haji adalah menggunakan manajemen modern berupa pengorganisasian, didalamnya ada proses perencanaan, persiapan, operasional dan evaluasi serta unsur pemasaran.

"Ini penting sehingga UPT yang ada disini berdaya dan banyak mengambil nilai manfaat dari unit yang memang sudah berdiri sejak lama. Tinggal pembiayaan dan harus ada kesesuaian antara pembiayaan dan pemanfaatan hasil sebuah organisasi yang memang diperuntukkan bagi masyarakat. Karena sedikit atau banyak akan membawa nilai manfaat khususnya bagi UPT maupun bagi masyarakat yang mengunakan UPT tersebut," ujarnya.

Konteks penyempurnaan organisasi menurutnya, dari aspek manajemen sangat banyak. Sebagai penyelenggara ibadah haji maka pelayanan haji ini bisa lebih baik, bisa dinikmati oleh masyarakat, khususnya ummat Islam yang ada di Indonesia.

"Itu konteks menurut kami berkaitan dengan perbaikan seluruh aspek layanan haji yang ada didaerah kita di seluruh Indonesia. Sehingga pemerintah terus berupaya agar bagaimana layanan masyarakat ini bisa ditingkatkan dan setiap tahun kita kembangkan," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar