Antisipasi Wabah PMK, Kegiatan Pasar Ternak di Lombok Dihentikan Sementara

KBRN, Mataram: Menyusul ditemukannya penyakit mulut dan kaki (PMK) pada sapi di Lombok Tengah dan Lombok Timur, Pemerintah Provinsi NTB menutup sementara kegiatan pasar ternak di Pulau Lombok. Pemprov NTB membuat surat edaran ke Bupati/Walikota untuk menutup sementara kegiatan pasar ternak selama 14 hari.

“Pasar ternak di Pulau Lombok kita hentikan sementara dulu sekitar 14 hari dulu,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB drh. Khairul Akbar, Senin (16/5/2022).

Selain menutup sementara kegiatan pasar ternak, pemerintah juga menutup lalu lintas ternak di Pulau Lombok. Khairul mengatakan, dari ratusan sapi yang terkena wabah PMK, Tim Balai Besar Veteriner Denpasar telah turun mengambil 10 sampel darah dan ingus sapi di Desa Kelebuh Lombok Tengah dan Desa Aikmel Lombok Timur dan semuanya positif.

“Kita juga menutup aktivitas lalu lintas hewan ternak dari Pulau Lombok maupun yang menuju Ppulau Lombok,” katanya.

Khairul menjelaskan, asal wabah PMK yang sudah masuk Pulau Lombok ini ada tiga kemungkinan. Pertama, wabah PMK ini masuk ke Lombok pada bulan Maret lalu dari Pulau Jawa yaitu sapi dan kambing. Kedua, wabah ini berasal dari kotoran pencucian daging beku. Ketiga, wabah PMK ini kemungkinan berasal dari kendaraan pengangkut ternak yang masuk ke NTB.

Meskipun ternak sapi terjangkit wabah PMK, Khairul mengatakan dagingnya bisa dimakan. Selain itu, penyakit ternak ini tidak berbahaya bagi manusia.

“Itu hanya menular untuk hewan aja yang berkuku dua seperti sapi, kuda, kambing, dan babi. Kalau daingnya aman bisa dikonsumsi,” jelas Khairul.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar