Perkim NTB Kolaborasi Bangun Homestay Sukseskan MotoGP 2022

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman provinsi Nusa Tenggara Barat Jamaludin S.Sos, MT.jpg

KBRN, Mataram : Nusa Tenggara Barat pada 18 hingga 20 Maret 2022 mendatang akan dibanjiri 100 ribu penoton untuk menyaksiskan event balap motor dunia MotoGP di Sirkuit Mandalika Lombok Tengah. 100 ribuan penonton ini dipastikan membutuhkan tempat tinggal yang layak. Hotel yang ada di Lombok Tengah khususnya tidak bisa menampung sehingga homestay menjadi pilihan untuk menginap.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman provinsi Nusa Tenggara Barat Jamaludin S.Sos, MT, mengatakan, kekurangan kamar hotel inilah menjadi pekerjaan bersama termasuk Perkim NTB dan pemerintah kabupaten kota di daerah ini baik di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

“Penonton MotoGP ini tidak hanya menyaksikan balapan MotoGP tapi juga bisa berwisata baik di Pulau Lombok maupun di Pulau Sumbawa sebab disana ada Samota, Mata Jitu di Pulau Moyo, Satonda di Tambora dan lainnya, sehingga hal I ni perlu dipikirkan bersama,” katanya, kepada wartawan, Kamis (27/1/2022).

Ia menjelaskan bahwa, presiden Jokowidodo bahkan datangkan langsung melakukan simulasi untuk memastikan kesiapan NTB dalam gelaran motoGP. Pelayanan homestay juga tidak luput menjadi pantauan presiden.

“Kalau hotel, pelayanannya sudah biasa dan terstandar. Homestay sudah banyak terbangun dan pak presiden langsung simulasi di homestay-homestay. Dan menurut beliau dari hasil simulasi itu sudah sangat siap NTB untuk menjadi tuan rumah motoGP,’ ujarnya.

Disebutkan bahwa, setelah homestay ini terbangun maka selanjutnya dinas pariwisata memberikan pembelajaran serta mendiklatkan para pengelola homestay tata cara melayani tamu dengan baik. 

Pemilik homestay dalam hal ini bukan hanya melayani tetapi juga ada aturan-aturan dan SOP yang harus diketahui dalam melayani tamu yang telah dilaksanakan oleh dinas pariwisata. Homestay yang terbangun saat ini belum cukup untuk kebutuhan penginapan penonton motoGP.

"Yang telah terbangun untuk homestay di sekitar Sirkuit Mandalika baik di desa dan kecamatan yang dikoridor atau jalan utama sebanyak 517 unit. Dan ada yang didalam atau masuk kampung sekitar 398 unit sehingga total homestay terbangun sebanyak 915 unit," ungkapnya.

Pada tahun 2022 ini Perkim NTB juga akan membangun tambahan homestay termasuk pembenahan jalan-jalan lingkungan menuju homestay. Sebab Tamu baru mau ke homestay jika jalannya menuju homestay harus bagus. 

Perkim dalam hal ini berkolaborasi dengan Kementerian dalam hal ini Balai Penyedia Perumahan membangun homestay dan Perkim NTB bangun jalan lingkungan.

"Nah ini yang kita kolaborasikan dan bersinergi untuk bersama-sama mendukung. Karena program homestay ini paling banyak dari kementerian. Kalau kami Perkim banyak untuk rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni. Rumah ini juga bisa disewakan sebab sudah sangat layak kalau mau disewakan oleh pemilik rumah. Tapi kalau homestay  wajib di sewakan karena sebelum dibangun, sebelum direhab sudah ada MoU Pemerintah dengan pemilik rumah," pungkasnya.

Pengelolaan homestay ini dilakukan oleh desa melalui Bumdes. Hal ini dinilai tepat untuk ketertiban baik dari sisi harga dan biaya menginap agar standar sewa homestay sama. Pada saat gelaran MotoGP, kepala negara lanjutnya, meminta untuk tidak mematok harga yang tinggi. Ini dinilai penting mengingat para tamu yang menginap tidak saja pada saat motoGP tapi juga dikesempatan yang lain.

"Insyaallah sisa waktu yang ada pengerjaan permukiman dan jalan-jalan menuju Sirkuit akan disegerakan sehingga pada hari H gelaran event motoGP Infrastruktur dan sarana prasarana lainnya siap digunakan," tandasnya.

Masyarakat di Nusa Tenggara Barat agar menjaga aset-aset yang telah dibangun oleh pemerintah sebab aset tersebut bukan hanya untuk pribadi semata tapi bagi kepentingan bersama. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar