Masyarakat Mampu Ciptakan Pangan di Pekarangan Sendiri

Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah.jpeg

KBRN, Mataram - Pemanfaatan lahan pekarangan dinilai menjadi langkah strategis untuk memenuhi ketersedian pangan keluarga. Langkah ini untuk membentuk kemandirian pangan sampai ke tingkat rumah tangga sehingga terbentuk swasembada pangan.

Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah mengatakan, di tengah perkembangan teknologi saat ini, masyarakat sudah mampu menciptakan lahan pangan di pekarangan sendiri. Hal ini menurutnya, memberikan dampak positif kedepannya terhadap pemenuhan pangan lokal di tengah masyarakat secara mandiri.

“Ya orang kan sekarang dengan kecanggihan teknologi banyak tanaman, tumbuhan yang tadinya di tanam dalam skala besar sekarang bisa dimaksimalkan dengan teknologi sederhana di rumah-rumah. Dan ini bikin rumah kita jadi lebih indah, udaranya lebih segar, dan hasilnya bisa lebih dimaksimalkan secara ekonomi,” kata Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, Rabu (26/1/2022).

Di satu sisi, saat ini Pemerintah NTB bersama Rumah Zakat terus mengoptimalkan Program Pekarangan Pangan Lestari. Karena, di NTB sudah terbentuk 56 desa yang mencanangkan program tersebut, Gubernur berharap kedepan semakin banyak desa yang terlibat.

“Saya mendengan sekitar ada 80 desa yang sudah bekerjasama dengan rumah zakat mudah-mudahan kedepan akan lebih banyak lagi. Sehingga betul-betul program PKKnya jalan, ketahanan pangannya jalan kan desanya lebih baik, lebih mandiri di masa yang akan datang,” harapnya.

Gubernur menegaskan, kegiatan pemanfaatan pekarangan ini tujuannya untuk mengoptimalkan pekarangan rumah tangga sebagai sumber pangan keluarga. Selain itu, untuk mendorong konsumsi pengan rumah tangga ke arah konsumsi beragam, bergizi, seimbang, dan aman sehingga terbentuk keluarga yang Gemilang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar