Program Desa Berdaya, Untuk Tingkatkan Kapasitas Masyarakat NTB

KBRN, Mataram : Pembangunan pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat. Sehingga menurut Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, bahwa pembangunan itu tidak boleh direduksi masanya sebatas angka-angka, dan tidak boleh didekati dengan comodity central approach, seperti pendapatan perkapita, tingkat inflasi dan lain sebagainya.

Hal tersebut dikatakan Bang Zul saat membuka pelatihan relawan inspirasi pendamping program pekarangan pangan lestari (P2L) Desa Berdaya, yang diselenggarakan bekerjasama dengan Rumah Zakat NTB, di BP PAUDNI dan Dikmas NTB, Mataram (26/1/2022).

Dalam program ini Bang Zul meminta adanya sentuhan teknologi. Dengan memaksimalkan teknologi sederhana yang ada di setiap rumah yang menjadi sasaran program ini, Ia yakin dapat menjadikan rumah lebih indah, udaranya lebih segar dan hasil pangan bisa dimaksimalkan secara ekonomi. 

"Mudah-mudahan 80 desa yang sudah bekerjasama dengan rumah zakat ini lebih banyak lagi. Sehingga Program PKK berjalan, Dinas Ketahanan Pangan berjalan sehingga kedepannya  desa menjadi lebih baik dan mandiri di masa yang akan datang," pungkas Gubernur.

Sementara itu, Perwakilan Rumah Zakat NTB, Repi, menjelaskan bahwa program desa berdaya ini adalah untuk meningkatkan capacity building masyarakat, baik dari sisi ekonomi, pendidikan kesehatan hingga kesiap-siagaan. Hal ini disinergikan dengan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang ada di Dinas Ketahanan Pangan NTB.

Dikatakan Repi, dari tahun 2017 sampai 2019 hanya ada 6 lokasi program desa berdaya di NTB. Semuanya dibiayai oleh rumah zakat. Seiring berjalannya waktu, dari tahun 2020 sampai 2021 bertambah 50 desa dan hari ini bertambah 24 desa sehingga totalnya menjadi 80 program desa berdaya di NTB.

"Alhamdulillah pada tahun ini kalaborasi lebih luas melibatkan tim penggerak PKK NTB, jadi nanti seluruh program vokasi desa berdaya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksan program PKK di tingkat desa," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar