Terbaik Nasional Pada Indikator Pelatihan, IPK NTB Loncat ke Papan Tengah

IPK NTB Tahun 2021.jpg

KBRN, Mataram : Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan peningkatan. Tidak tanggung-tanggung, IPK NTB yang sebelumnya pada posisi paling buncit, atau urutan ke 34, kalai ini meloncat ke posisi 15 besar nasional.  

Keberhasilan ini tidak lepas dari upaya dan terobosan  pepadu (pelatihan dan pemberdayaan tenaga kerja terpadu)  plus pendampingan  produktivitas wira usaha dan bantuan peralatan yg dilakukan disnakertrans NTB berkolaborasi dg lembaga pelatihan kerja dan dunia industri, serta OPD terkait lainnya. 

Bahkan pada Indikator pelaksanaan pelatihan dan kompetensi tenaga kerja, NTB berhasil menempati posisi terbaik nasional atau posisi paling atas.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, Gede Aryadi di mataram, senin (24/1/2022) mengatakan, perbaikan IPK ini merupakan prestasi luar biasa, karena pada tahun2 sebelumnya, ranking IPK NTB selalu saha berada dipapan bawah.

Seperti halnya, IPK NTB tahun 2019 berdasarkan penilaian terhadap kinerja pembangunan ketenagakerjaan NTB, dg menggunakan data indikator capaian tahun 2018, IPK NTB menempati ranking 26 Nasional.  Bahkan tahun2 sebelumnya juga belum pernah mencapai 20 besar Nasional. 

Kondisi parah terjadi pada tahun 2020 berdasarkan penilauan pusat menggunakakan data indikator capaian pembangunan ketenegakerjaan tahun 2019, posisi NTB terjun bebas ke juru kunci ranking 34 dari 34 Provinsi.

"kami targetkan IPK NTB tahun 2022 ini, dg menggunakan indukator capaian kinerja tahun 2021-2022, NTB hrs bisa menempati ranking 10 besar nasional." ungkap Gede.

Dua program unggulan yaitu pepadu plus dan zero unprosedural pemberangkatan PMI melalui gerakan edukasi dan sosialisasi terpadu menjadi Pekerja Migran Sukses, akan terus digesa, melibatkan dan bersinergi dg seluruh stakeholder terkait.

Dari sisi capaian zero uprosedural PMI, kami bersyukur tahun ini Satgas perlindungan PMI NTB  mendapatkan anugerah/tropi penghargaan dari Menaker RI sebagai Satgas PPMI  terbaik Nasional, Satgas yang responsif dan memiliki program pencegahan dan perlindungan PMI yang dinilai sangat produktif. 

Secara  bertahap kegiatan edukasi, sosialisasi dan pecegahan mulai dari hulu/desa sdh mulai menampakkan hasil. Kasus2 PMI bermasalahpun mulai bisa ditangani satu demi satu, termasuk sikat sindikat/mafia PMI kini sedang berproses dan mendapat dukungan dari TNI dan Polri.

"Kami optimis dg kebersamaan dan soliditas yg baik, target tersebut akan bisa direalisasikan." tutup Aryadi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar