Melancong Modus PMI Unprosedural

Bohari Muslim.jpg

KBRN, Mataram : Anggota Komis V DPRD provinsi Nusa Tenggara Barat Haji Bohari Muslim menyatakan bahwa alasan melancong merupakan salah satu cara yang dilakukan para Pekerja Migran Indonesia unprosedural untuk bisa lolos ke luar negeri.

Meski mengetahui resiko yang akan terjadi jika bekerja sebagai PMI Ilegal atau unprosedural tapi masih juga ditemukan warga NTB yang berangkat keluar negeri secara tidak resmi.

"Banyak sekali tenaga kerja yang berangkat dari sini dengan alasan melancong tapi setelah sampai Malaysia sudah ada sistem pemutihan. Yang tadinya status melancong jadi tenaga kerja disitu sehingga ini bisa dikatakan unprosedural setengah, awalnya unprosedural sampai disitu dilegalkan menjadi tenaga kerja," katanya, Minggu (23/1/2022).

"Inilah yang salah satu faktor penyebab sehingga susah sekali untuk dikontrol. Maka ketika terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan maka akan sangat merugikan para pahlawan devisa ini," sambungya.

Pengawasan lanjut Bohari Muslim harus ditingkatkan dalam menekan jumlah PMI berangkat secara ilegal. Sejauh ini sudah ada pengawas ditingkat provinsi dan kabupaten kota namun belum maksimal. Hal ini tidak lepas dari anggaran yang sangat kecil. Minimnya anggaran ini membuat pengawasan menjadi kurang maksimal.

"Dalam mengoptimalkan peran pengawan dinas tenaga kerja untuk mengamputasi gerak gerik oknum calo ini, anggarannya harus ditingkatkan," imbuhnya.

Meski demikian, masyarakat juga diminta untuk jeli dan tidak mudah terpengaruh oknum calo yang akan memberangkatkan untuk bekerja ke luar negeri. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar