Omicron Lebih Dahsyat Daripada Delta

Ilustrasi Varian Covid Baru, Omicron.jpg

KBRN, Dompu : Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Maman menyebutkan, efek varian terbaru Covid-19 bernama Omicron dipercaya lebih dahsyat dibandingkan varian Delta. Sebab, penyebaran Omicron bisa berkali lipat. Oleh karena itu, publik harus waspada.

“Penyebarannya yang cepat membuat Omicron, varian terbaru dari virus Corona, langsung diklasifikasikan sebagai variant of concern (VoC)/varian yang diwaspadai oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),” katanya, Minggu, (5/12/2021).

Berdasarkan penelitian, Lanjut Maman, virus varian ke-15 dari keluarga besar Coronavirus ini pertama kali ditemukan di Afrika Selatan. Oleh WHO, digadang-gadang sebagai varian yang memiliki banyak strain atau mutasi, melebihi strain dari varian Alfa, Beta, hingga Delta yang masih mendominasi saat ini.

“Oleh peneliti, varian Omicron disebut memiliki lebih dari 30 mutasi protein lonjakan yang dapat digunakan untuk mengikat sel inangnya. Jumlah tersebut terbilang cukup besar karena setara dengan dua kali lipat dari varian Delta,” jelasnya.

Surveiland Nasional ini juga menyampaikan bahwa ada beberapa poin yang perlu ditelaah terkait varian Omicron ini. Pertama, kemampuan mutasi. Varian Omicron memiliki lebih dari 30 mutasi yang jumlahnya dua kali lipat dari varian delta. Hal ini juga menjadi sesuatu yang sangat berbeda dari virus corona asli yang dijadikan acuan untuk mengembangkan vaksin.

Kedua, lanjut dia, Omicron pertama kali terdeteksi melalui genomic sequencing atau upaya untuk mengetahui penyebaran mutasi virus SARS-Cov2 atau Covid-19. Ketiga, kemampuan penyebaran yang sangat cepat. Bahkan, kemunculan Omicron ini berpotensi menjadi barrier (penghalang) dalam penanggulangan pandemi. Sekaligus menjadi penanda gelombang baru kasus Covid-19.

“Kemampuan mutasi yang mengkhawatirkan itu membuat WHO menobatkan varian ini sebagai VOC/patut diwaspadai,” tambahnya.

Hal itu juga, kata dia, yang menjadikan Omicron sebagai varian paling kompleks sejauh ini. Namun apakah bisa dicegah?, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu ini, menjelaskan, peberapan protokol kesehatan Covid-19 dan terpenuhinya target herd immunity, menjadi benteng pertahanan. Melandainya kasus Covid-19 di Kabupaten Dompu, bukan jaminan serangan gelombang ketiga Covid, bisa saja terjadi.

“Justru ini yang wajib di waspadai. Begitu ada serangan ketiga, maka Omicrom lah yag akan masuk. Maka tetap mentaati protokol kesehatan,” jelasnya.

Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), kata dia, bisa saja memiliki potensi yang sangat besar dalam penyebaran Omicron. Di libur Nataru, biasanya banyak PMI-PMI yang pulang, sehingga jika tidak dilakukan penangana serius, maka varian baru ini, bisa saja masuk ke Kabupaten Dompu.

“Yang tidak bisa dideteksi ini adalah PMI Ilegal. Maka kami menyarankan kepada selua lapisan Gugus Tugas, untuk terus waspada,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar