Menko PMK Berikan Kuliah Umum di Universitas Mataram

KBRN, Mataram : Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memberikan kuliah umum Seminar Nasional Magister Administrasi Pendidikan Pascasarjana Universitas Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (4/12/2021).

Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah, Rektor Universitas Mataram Lalu Husni, dan civitas akademika Universitas Mataram baik secara luring dan daring.

Dalam kuliahnya, Muhajir Efendy menekankan tentang beberapa pendekatan yang harus dilakukan dalam pelaksanaan pendidikan terutama dalam menghadapi era 4.0.

Menurut Muhajir, instansi pendidikan harus mampu mempersiapkan SDM yang siap menghadapi Industri 4.0.

"Paling tidak ada dua pendekatan yang diperlukan dalam manajemen pendidikan untuk menyiapkan SDM kita, yakni pendekatan Kebutuhan Ketenagakerjaan (Manpower Approach) dan pendekatan Kebutuhan Sosial (Social Demand Approach)," ujarnya.

Muhadjir menerangkan, pendekatan Manpower mengutamakan keterkaitan pendidikan dengan tuntutan terhadap kebutuhan tenaga kerja pada berbagai sektor pembangunan, seperti sektor ekonomi, pertanian, perdagangan dan industri.

"Pendekatan ini merupakan pendekatan utama untuk menyiapkan SDM yang mampu masuk ke dunia kerja di era Revolusi Industri 4.0," ucapnya.

Akan tetapi, Menko PMK mengungkapkan, pendekatan Social Demand tidak boleh terlupakan dalam menyiapkan SDM Indonesia.

Menurutnya, pendekatan ini lebih menekankan pendidikan yang partikularistik tergantung kebutuhan daerah, atau kebutuhan individu itu sendiri.

Misalnya, papar Muhadjir, pendidikan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, memiliki ciri khas agamis. Sehingga banyak siswa-siswi yang memiliki kemampuan mengaji Al-Quran dengan sangat baik. Selain itu, menurutnya, pendekatan social demand juga berkaitan dengan hal spesifik seperti kesenian, estetika, dan keahlian lain.

Muhadjir menyatakan, kedua pendekatan dalam manajemen pendidikan harus seimbang. Dua pendekatan itu bila seimbang akan menciptakan manusia Indonesia yang betul-betul siap menghadapi Industri 4.0 dan tetap menjadikan manusia yang benar-benar manusia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar