Partisipasi Anak Dalam Pengurangan Resiko Bencana Sejak Dini

Sejumlah anak menuliskan pengetahuannya tentang bencana pada program Pengurangan Risiko Bencana pada Anak di SD Inpres 2 Sibedi, Sigi, Sulawesi Tengah, yqng diambil pada Sabtu (23/2/2019). Program yang difasilitasi United States Agency for International Development (USAID) dan dilaksanakan Wahana Visi Indonesia (WVI) itu dimaksudkan untuk memberi pemahaman mendasar kepada anak-anak terutama siswa tentang cara-cara mengurangi risiko jika sewaktu-waktu terjadi bencana. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/wsj.jpg

KBRN, Dompu : Anak, dalam setiap terjadi bencana, selalu diposisikan sebagai korban. Padahal, ada empat hak anak yang juga wajib diteggakan. Hak-hak anak itu, seperti mendapat jaminan kelangsungan hidup, Pertumbuhan, Perlindungan dan Partisipasi . Dalam pengurangan resiko bencana, hak partisipasi ini, sering diabaikan dan tidak pernah mendapat porsi di banding dengan tiga hak lainnya.

Sekretaris BPBD Kabupaten Dompu, Yani Hartono mengatakan, dalam pengurangan resiko bencana, anak harus sejak dini, dilibatkan. Pengetahuan kebencanaan berikut resiko dan cara penyelematan serta mengurangi dampak korban, harus ditanamkan sejak dini.

"Partisipasi dalam pengurangan kebencanaan ini, maksudnya adalah saat terjadi bencana, anak ini minimal bisa menyelamatkan diri," katanya, Rabu (29/6/2022).

Partisipasi lebih luas, kata Yani Hartono, adalah anak bisa mensosialisasikan pengurangan resiko bencana ini, kepada lingkungan dan keluragnya. Di contohkan Yani Hartono, jika terjadi bencana gempat bumi, misalnya, bagaimana anak ini bisa membantu evakuasi keluarganya, ke tempat yang lebih aman.

“Minimal untuk dirinya sendiri,” tambahnya.

Selaras dengan Yani Hartono, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas), Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, Asrulryadi, sepakat pengurangan resiko bencana, ditanamkan sejak dini. Dalam Visi Misi Bupati Dompu, Kader Jaelani, yang akan menjadikan Dompu Mqndiri, Sejahtera, Unggul dan Relegius (Mashur), sebagai jalan untuk menuju ke arah itu.

“Didalam slogan Dompu Mashur, terdapat makna Unggul,” katanya.

Tidak hanya kurikulum berbasis muatan lokal kebencanaan, tahun 2022 ini, Dikdas akan mendorong sekolah, terutama kepala sekolah dan guru olah raga, untuk menyisipkan pengurangan resiko bencana.

"Bisa dilakukan saat upacara dan Imtaq. Nah untuk simulasinya, bisa dilakukan saat jam olah raga," katanya.

Sementara itu, dalam peta kerawanan kebencanaan, Kabupaten Dompu, ada 7 aspek kebencaaan. Bencana banjir, Gempa bumi, Tsunami, Tanah longsor, Kekeringan, gunung api dan bencana Lekuefaksi atau hilangnya kekuatan pasir akibat guncangab.

Ancaman bencana yang terakhir, adalah bencana kerawanan sosial, yang juga menjadi ancaman serius Kabupaten Dompu. Pengalaman dan penangan bencana kerawanan sosiak ini wajib disosiisasikan ke anak, agar anak tidak terjerumus ke pergaulan yang salah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar