Jaksa Menyapa, Di Ruang Studio Produksi RRI Teluk Bintuni.

Dialog Interaktif Di Studio Produksi RRI Teluk Bintuni

KBRN Bintuni. Jaksa Menyapa, salah satu program unggulan Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni, guna memberikan edukasi kepada masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial yang ada. "ibu jari lebih kejam dari ibu tiri" ungkapan tersebut disampaikan Kasie Intel kejaksaan negeri Teluk Bintuni Royal Sitohang, S.H dalam dialog interaktif dengan tema Pemfitnaan dan pencemaran nama baik. Melalui program dialog interaktif yang digelar di Studio Produksi RRI Teluk Bintuni Kampung Lama, Senin (10/8/2020). 

Dalam dialog yang juga dihadiri oleh Kasi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni Pieter Louw, S.H sebagai nara sumber, menjelaskan secara rinci terkait unsur-unsur pencemaraan nama baik yang dapat dilanjutkan ke ranah hukum.

" pencemaran nama baik ada apabila ada korban yang dirugikan" jelasnya.

untuk pengajuan suatu kasus, selain adanya pelaporan dari korban harus ada dukungan dari beberapa unsur lain diantaranya adanya kesengajaan dari orang yang, mentrasmisikan informasi di media sosial tanpa adanya persetujuan atau tanpa ijin dari korban serta dalam suatu konten menyerang nama baik dan kehormatan agar diketahui secara umum.

"diketahui secara umum dalam artian konten tersebut dibaca semua orang dan ini merupakan delik aduan di mana suatu perkara bisa diproses apabila ada laporan dari korban" ujar Pieter Louw.

dengan kondisi tersebut maka korban bisa mengajukan laporan dengan menyertakan bukti berupa screen shot dari status atau foto yang dimuat di media sosial dan di masuk ke Flash Disk, kemudian dibawa ke pihak kepolisisan.

"untuk pencemaran nama baik di media elektronik pelaku akan dijerat UU ITE no. 19 Tahun 2016 dengan hukuman 6 tahun penjara". Terangnya

Sementara itu pada kesempatan yang sama, ketika disinggung terkait Pemilukada, Kasi Intel Kejari Teluk Bintuni Royal Sitohang, S.H menyampaikan Pemilukada yang akan dihadapi masyarakat Teluk Bintuni di bulan desember mendatang, masyarakat harus memahami UU ITE.

" UU ITE harus dipahami oleh masyarakat Teluk Bintuni, mari bijak dalam bermedia sosial dan menerapkan hak suara, hak memilih dengan bijak" ajak Royal.

tak Lupa Royal juga mengingatkan masyarakat Teluk Bintuni untuk selalu berpegang pada Politik Keluarga.

"di Teluk Bintuni dikenal dengan politik keluarga, bila ada ketersinggungan dalam berpolitik bisa diselesaikan secara kekeluargaan" ujarnya.

Diingatkannya juga bahwa politik itu dinamis untuk itu setiap orang harus bijak dalam memberikan suara. diakhir dialog Royal mengingatkan jika ada aduan yang ingin disampaikan silahkan menghubungi No 082199285491 (Reporter: JX).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00