Angka Kemiskinan dan IPM Papua Barat Berada di urutan ke 2 Nasional

RRI-TOT dan whorkshop Bappeda

Angka  Kemiskinan  dan Indeks pembangunan –IPM Papua Barat  berada pada posisi ke -2 Secara nasional,sejak provinsi  Papua barat berdiri  bahkan sudah terbagi menjadi dua provinsi dengan provinsi Papua Barat Daya.

Demikian Legius Wanimbo  Kepala bidang otsus Bappeda Provinsi papua barat mengatakan mengawali pembukaan kegiatanTraining Of Trainer-TOT dan Workshop SEKBER  SAIK+ Kabupaten Kota di provinsi Papua Barat,yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah-BAPPEDA Papua Barat di  swisbelhotel Manokwari,(29/11/2022).

Ia juga mengatakan provinsi papua sudah mekar  menjadi 3 provinsi  tetapi  kemiskinan dan rendahnya IPM masih menjadi bagian provinsi yang ada di tanah papua,Hal itu menjadi tantangan dan persoalan yang harus diselesaikan.

" harusnya kita malu dengan kekayaan alam melimpah kok kita masih di sebut-sebut Miskin, nah melalui TOT ini kita akan mendata berapa banyak OAP dan apa saja kebutuhan mereka serta berapa dana otsus yang di butuhkan sehingga kita dapat mengetahui berdasarkan indikator yang termuat dalam satu sistim untuk mengatasi angka kemiskinan dan meningkatkan IPM" Kata Legius Wanimbo  

Melalui Kegiatan ini di harapkan dapat meningkatkan IPM  sebab untuk menurunkan angka kemiskinan harus menjadi tanggung jawab bersama pemerintah provinsi/ kabupaten,kota dan seluruh stake Holder, melalui satu sistim  Aplikasi terintegrasi yakni SAIK+ yang mejadi milik semua level hal itu dimaksudkan agar semua perencanaan  penganggaran yang dilakukan  dapat berbasis data.

Kepala sub bidang pendataan perencanaan Otsus yang juga selaku Ketua Panitya Matheos Tahrin   dalam laporannya menjelaskan,penyelenggara Kegiatan Training Of Trainer-TOT dan Workshop SEKBER  SAIK+, menghimpun para admin  Saik+,kabupaten/kota ,selain melaksanakan penyegaran TOT bagi mereka, tetapi juga di dalamnya ada whorkshop dalam rangka koordinasi dan harmonisasi tatakelola  Sekber guna percepatan pendataan saik+,tingkat Kabupaten Kota.

Serta melalui kegiatan ini juga sebagai laporan awal pendataan Saik+,berdasarkan data awal sebagai berikut.Total jiwa di Saik+ per 27 November  2022 sebanyak 300 juta 745 jiwa dengan jumlah Orang Asli Papua –OAP  sebanyak 206 Ribu 874 jiwa atau sebesar 6,8% dari total jiwa yang terdata.

Peserta dalam kegiatan berasal dari Perwakilan SEKBER Provinsi antara lain BAPPEDA,dinas pemberdayaan masyarakat Kampung DPMK, dinas kependudukan dan pencatatan sipil pengendalian penduduk dan keluarga berencana serta dinas komuikasi dan informatika, persandian dan statistic.