Gandeng BNN dan Reserse Narkoba Polda Sulut, Sukamto Cs Komit Wujudkan Lapas Bebas Narkoba

KBRN, Manado: Komitmen Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulawesi Utara (Sulut), dalam mewujudkan lapas bebas narkoba, terus dinyatakan Haris Sukamto Cs. 

Teranyar, Selasa (5/6/2022), dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten, Kanwil Kemenkumham Sulut menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Penegakan Hukum Terkait Penyalahgunaan Narkoba. 

"Karena ini yang terkumpul adalah seluruh satker (satuan kerja) di Kanwil Kemenkumhan Sulut, maka kesempatan ini saya mengundang Kepala BNN Sulut dan Wadir Reserse Narkoba Polda Sulut, untuk memberikan pemahaman terkait dengan pemberantasan termasuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba," ujar Kakanwil. 

Dengan dilaksanakannya sosialisasi ini, menurut Sukamto, pihaknya memberikan pemahaman yang sama dalam memberantas narkoba di lingkungan lapas. 

"Itu kalau tidak bisa bersinergi dengan APH yang sejenis, maka kami akan sulit untuk melakukan itu. Nah ini kita membuka diri dengan komitmen yang sama memberantas itu. Ini komunikasi mulai jalan. Sehingga sinergi ini mudah-mudahan membawa manfaat yang baik untuk kita semua," ujarnya. 

Sementara, Kepala BNN Provinsi Sulut, Brigjen Pol. Victor J. Lasut menyampaikan, bahwa semua orang yang terlibat narkoba akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undang tanpa terkecuali. 

"Demi melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba, BNN Provinsi Sulut sedang menjalankan program desa bersinar, daerah bersinar, area bersinar yakni bersih dari narkoba. 

Kepala BNN mengingatkan, bahwa setiap satker Kemenkumham di Sulut juga masuk dalam daftar monitoring penyalahgunaan narkoba. 

Ditambahkan, Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Sulut, AKBP Raswin B. Sirait, dalam kesempatan tersebut membeberkan tentang data kasus, detail pengguna serta jenis penggunaan yang terjadi di Sulut. Sehingga dapat memberikan informasi bahwa Sulut juga perlu waspada terhadap penyalahgunaan narkoba. 

Kusnali, Kepala Divisi Pemasyarakatan sekaligus moderator yang menutup kegiatan ini pula mengingatkan tiga hal kepada setiap satker. 

"Di dalam lapas atau rutan tidak ada HP, tidak ada peredaran uang dan tidak ada peredaran narkoba. Semoga hasil saran dan diskusi ini memberikan dampak positif bagi sinergitas antar instansi, guna bersama-sama mencegah penyalahgunaan narkoba," tandasnya. (Anugrah Pandey)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar