Wagub Kandouw dan Menteri P3A Puji Pebisnis Perempuan Sulut Bisa Survive di Masa Pandemi

KBRN, Manado: Wakil Gubernur Sulut Steven OE Kandouw mendorong para pelaku usaha atau pebisnis perempuan semakin maju pesat menjadi penyangga perekonomian.

Kandouw mengakui, peran perempuan pada masa pandemi sudah terbukti mampu survive dan resilient atau ulet dalam bekerja menopang kebutuhan keluarga.

“Selama pandemi, ternyata wanita itu lebih tahan, lebih kritis dengan segala dampaknya dibanding laki-laki. Ini empiris bukan ngarang. Ibu-ibu paling tabah dengan daya imun tinggi sehingga tetap mampu bertahan di masa pandemi,” ungkap Kandouw saat menghadiri Launching Win Store & Win Kitchen di Rumah Alam Manado, Senin (27/6/2022).

Sulut, sebut Kandouw merupakan daerah yang paling survive, hal ini tak lepas dari peran kaum perempuan.

“Secara nasional kita termasuk daerah yang paling survive, ini tak lepas dari peran ibu-ibu yang turut menggerakkan ekonomi,” tukasnya.

Selain itu, sektor yang tetap bertahan di masa pandemi seperti petani, nelayan pekerja kehutanan, ungkap Kandouw juga tidak mengalami guncangan pandemi.

 “PDRB kita dominan, ini jadi testimoni kita bahwa sektor pertanian, kelautan memberi kontribusi cukup besar, namun usaha yang paling berhasil adalah UMKM. Sehingga menjadi pelajaran besar untuk bangsa ini untuk kita berupaya menjaga terus bahkan memperluas UMKM,” bebernya sembari memuji peran pengusaha perempuan Sulut.

“Saya berharap para pengusaha perempuan untuk mengolah kearifan lokal, yang secara langsung juga dapat mengatasi stunting dengan olahan yang diproduksi. Mudah- mudahan pasca Covid-19, makin meningkatkan peran wanita dalam meningkatkan UMKM,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau yang lebih familiar dengan panggilan Bintang Puspayoga mengatakan Wagub Kandouw memiliki perspekrif gender yang luar biasa.

“Perspektif gender ini masih menjadi pekerjaan rumah para pimpinan di daerah, kesetaraan pengarusutamaan gender bukan pilihan tapi keharusan seperti yang diundangkan dalam institusi UU. Tetapi perspektif gender Pak Wagub ini luar biasa,” pujinya.

Di sisi lain, Puspayoga menyebutkan, UMKM yang ada di Indonesia, terdapat hampir 64 juta UMKM. Dari 64 juta UMKM itu setengah lebihnya dimiliki dan dikelola oleh perempuan.

“Nah kalau kita melihat kasat mata, ini small bisnis. Tetapi UMKM walaupun kecil merupakan kekuatan. Terbukti ketika krisis tahun 98 kita bisa bertahan itu tidak terlepas karena kuatnya UMKM,” ujarnya.

Puspayoga mengatakan untuk mendorong UMKM maju perlu sinergitas dan kolaborasi.

“Untuk menguatkan UMKM yang ada di Indonesia, sebagaimana instruksi Presiden yang menjadi perhatian adalah peningkatan pemberdayaan perempuan di bidang kewirausahaan yang perspektif gender. Kalau perempuan sudah berdaya secara ekonomi, maka akan berdampak pada pengasuhan maupun kekerasan perempuan yang akan berkurang,” kuncinya.

Sebelumnya, kegiatan yang dirangkaikan dengan peluncuran Winstore dan Winskitchen yang bekerja sama dengan Winsmate ICSB Sulut, juga dihadiri Womenpreneurs Indonesia Networks, Diah Yusuf Chairwoman.

“Winskitchen adalah dapur untuk pembelajaran memasak yang bisa dimanfaatkan oleh perempuan pengusaha di bidang kuliner, yang akan bekerja sama dengan penyedia peralatan memasak dan tenaga ahli melalui program yang komprehensif. Program ini merupakan kolaborasi antara Modena, PT. PLN Persero dan Rumah Alam,” tandasnya.

Turut hadir, Ketua TP PKK Sulut Ny, Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, dan Ketua P3A Provinsi Sulut, Devi Kandouw-Tanos dan pebisnis UMKM perempuan Sulut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar