PMK tidak menular ke manusia

KBRN,Manado : Kepala Balai Karantina Pertanian Manado Drh. Donny Muksidayan Msi menegaskan lalu lintas ternak sapi dan turunannya di daerah Sulawesi Utara (Sulut) sangat ramai. Sapi masuk Sulut bukan hanya dari Maluku dan Gorontalo tapi juga terkoneksi dari jalur Jawa Timur.

"Kami mendeteksi adanya kasus Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK ) di Jawa Timur sehingga kami di Manado harus waspada terhasiko penularan," katanya.

Pada Dialog Forum Kawanua Pagi RRI Manado yang diselenggarakan di media centre Balai Karantina, Selasa (17/5/22) Donny mengungkapkan sampai saat ini PMK telah terdeteksi di 14 Provinsi.

"Kita harus waspada karena bisnis sapi itu  pusatnya termasuk Jawa Timur,Madura dan sekitarnya termasuk daging potong.Itulah sebabnya untuk sementara pasokan Jatim kita tangguhkan," tegasnya.

Balai Karantina telah menyiapkan fasilitas pemeriksaan untuk memastikan sapi dan produk turunannya sehat.

"PMK ini tidak menular ke manusia,bahkan jika dimasak dengan benar masih boleh dikonsumsi.Hanya saja PMK berdampak besar pada perekonomian ,bisnis peternakan akan merosot," tukasnya prihatin.

Sementara itu ketua Perhimpunan Dokter Hewan Drh. Hanna Tioho mengatakan Indonesia sudah bebas dari PMK sejak tahun 80-an.

"Kemudian muncul lagi ditahun 2022 terdeteksi di sejumlah provinsi sehingga stake holder terkait harus punya cara antisipasi," katanya.

Sampai saat ini Belum ditemukan Penyakit Mulut dan Kuku di Sulut sehingga Balai Karantina Pertanian sangat berperan dalam pencegahan.

"Kami dokter hewan bersinergi dengan Balai Karantina untuk pencegahan,di balai juga banyak dokter hewan bertugas di pelabuhan ,bandara dan perbatasan," tandasnya.

Balai Karantina Pertanian memastikan hewan sapi dan kambing untuk kegiatan keagamaan di Sulut aman dari PMK.(audi k)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar