Bappeda Sulut Consern Penanganan Stunting

KBRN, Manado: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Utara menggelar Rapat Tim Koordinasi Penanganan Stunting Provinsi Sulawesi Utara 2021 dan Bimbingan Teknis Bagi Tim Penilai Kinerja 8 Aksi Konvergensi Penanganan Stunting Tahun 2021.

Kaban Bappeda Sulut Ir. Jenny Karouw juga mengatakan bahwa ini merupakan program Nasional untuk melihat bagaimana Koordinasi Provinsi untuk Penanganan delapan Aksi Konvergensi Stunting di Sulawesi Utara.

“Yang menjadi Lokus itu ada empat kabupaten yaitu Bolmong, Bolsel, Bolmut dan Minut, dan dari ke empat daerah ini telah melakukan delapan aksi sejak tahun lalu,” urai Kaban Jenny.

“Aksi penanganan yang sudah dilakukan itu mulai dari mengidentifikasi sampai dengan penanganan di lapangan,” tambah Karouw pada kesempatan ini.

Jenny Karouw juga menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini untuk menilai apa saja yang telah dilakukan 4 Kabupaten ini terkait Penanganan dalam mengurangi angka Stunting.

“Kita dengan kapasitas Bappeda sebagai lembaga yang mengkoordinasi kegiatan perencanaan pembangunan juga meminta laporan dari Perangkat Daerah apa saja yang telah dilakukan terkait dengan penanganan stunting tahun 2021 di Sulut dan rencana yang akan dilaksanakan pada tahun 2022,” beber Karouw.

Sementara itu  Sekretaris TP. PKK Provinsi Sulawesi Utara dr. Kartika Devi Tanos  mengatakan bahwa TP. PKK baru tahun 2021 ini dilibatkan sebagai Tim Pembina Penanganan Stunting di Sulawesi Utara.

” ini baru awal di mana kami diundang dari TP. PKK karena baru tahun ini kami dimasukkan ke dalam Tim Koordinasi Penanganan Stunting,” terang dr. Devi yang juga merupakan istri tercinta Wagub Sulut Drs. Steven Kandouw.

Menurut dr. Devi ini baru awal pertemuan dimana telah mendengarkan dari masing-masing Perangkat Daerah apa saja program yang akan dilaksanakan dalam rangka dapat menurunkan angka Stunting di Sulut.

” tadi telah disampaikan oleh segenap Perangkat Daerah Apa saja program yang dapat mereka lakukan agar memiliki efek dalam penurunan angka Stunting di Sulawesi Utara,” jelas dr. Devi.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini turut dipandu Kepala Bidang Pemerintahan Sosial dan Budaya Dra. Feibe B. Rondonuwu, M.Si

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00