Chintya Gabriella Comeback dengan ‘Hanya Dalam Mimpi’

KBRN,Manado:  Chintya Gabriella merilis single terbaru ‘Hanya Dalam Mimpi’. Single bernuansa pop-orkestra ini merupakan debut single terbaru Chintya sebagai artis Warner Music Indonesia.

Perempuan berusia 22 tahun ini bukanlah pendatang baru di industri musik Indonesia. Sebelumnya, Chintya telah merilis tiga single pop-ballad yakni, ‘Aku Sayang Aku’, ‘Percaya Aku’, dan ‘Lelah Dilatih Rindu’. Ketiganya yang diproduseri oleh Anji, mendapatkan penerimaan hangat dari penggemarnya yang terbukti dengan total puluhan juta views untuk official music video tiga single tersebut.

Terakhir merilis 1 lagu orisinal ‘Aku Sayang Aku’ di tahun 2021, ‘Hanya Dalam Mimpi’ merupakan single keempat Chintya yang dikemas berbeda dari lagu-lagu sebelumnya. Perbedaan single ini ada pada penggunaan aransemen orkestra. Sebelumnya, lagu-lagu Chintya identik dengan lagu pop yang menggunakan gitar akustik.

“Di lagu ini justru aku tertantang untuk eksplor keluar dari zona nyaman itu dan mau coba sesuatu yang berbeda dari sebelumnya supaya punya warna musik yang lebih variatif.”ujar Chintya dalam siaran pers tertulisnya, Jumat, 14 Januari 2022.

Lagu itu sendiri, lanjut Chintya, masih memiliki hubungan dengan single Aku Sayang Aku’.  ‘Aku Sayang Aku’ bercerita mengenai perempuan yang kemudian memilih untuk meninggalkan pacarnya karena dia lebih menyayangi dirinya sendiri. Sementara ‘Hanya Dalam Mimpi’ bercerita mengenai dilema seorang perempuan remaja yang gagal move-on.

“Di Hanya Dalam Mimpi menceritakan fase move-on itu gak gampang ternyata. Karena setelah putus, kenangan-kenangan itu keep coming back kaya mimpi. Ternyata kenangan dan lukanya masuk terlalu dalam, saking dalamnya sampai susah melupakan dia.”cerita Chintya.

Proses Produksi Penuh Tantangan

Lagu ini diciptakan oleh Raguel Lew Eltandre dan Mytha Lestari Eltandre dan diproduseri oleh Barry Maheswara. Cerita di balik proses rekaman ini juga tidak kalah menarik.  Blak-blakan, Chintya mengungkapkan kendalanya mulai dari masa pandemi, arranger orkestra terkena covid-19 hingga pilihan aransemen yang membuat proses rekaman tertunda,

Selain itu, tertantang untuk eksplorasi gaya bermusik yang baru, Chintya menjadi sangat perfeksionis. “Aku memang perfeksionis banget untuk urusan bermusik terutama vokal. Untuk lagu ini sampai harus terbang ke Jakarta 2 kali karena tidak puas di hasil take vocal pertama.”ujar Chintya yang berdomisili di Medan.

Chintya berharap, setelah 1 tahun tidak merilis single, lagu ini dapat diterima dengan baik oleh penggemarnya terutama mewakili perasaan pendengar yang sedang kesulitan move-on.”

“Semoga single ini menjadi momen Chintya untuk terus berkarya di industri musik Indonesia. Chintya ingin terus berkarya sampai mengeluarkan album juga," harapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar