Wara Hut ke 58, Ini Tulisan Lepas Kapen Lanud Sam Ratulangi Manado Mayor Michiko Moningkey

Penulis: Mayor (Sus) Sanra Michiko Moningkey

KBRN, Manado : Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E, M.P.P menegaskan "Wanita TNI AU kini tidak lagi sekedar mengisi pos administrasi tetapi mulai bertugas di operasi militer hingga misi perdamaian dunia".

Pada tahun ini TNI AU juga telah mengirimkan perwakilan Wara dalam kegiatan Women Peace and Security Symposium di Hawai.

Kegiatan ini diharapkan dapat menambah pengalaman dan wawasan serta meningkatkan profesionalisme Wara.

Kasau juga mengingatkan bahwa Wara harus bisa menumbuhkan budaya belajar sepanjang hayat dengan bermodalkan ilmu pengetahuan, peningkatan literasi dan terus menjaga kehormatan diri.

Mayor Michiko Moningkey Kepala Penerangan Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi Manado dengan tulisan lepas dengan topik :  "Mengenal lebih dekat korps Wanita Angkatan Udara".

Sebenarnya Korps Wanita TNI Angkatan Udara ini seperti apa ?

*Sebelumnya saya ingin ralat, sebutannya bukanlah korps wanita TNI Angkatan Udara.

Sebab Wanita Angkatan Udara masuk melebur dalam kesemua korps yang ada di TNI AU. Korps Penerbang, Navigator, Teknik, Elektronika, Administrasi, Perbekalan, Paskhas dan Polisi Militer, Kesehatan dan Korps Dinas Khusus.

Wara tidak seperti angkatan yang lain, Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) dan Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal).Tapi, Wanita Angkatan Udara/ Wara.

Penyebutan Wanita Angkatan Udara (Wara) adalah sebutan untuk prajurit wanita TNI Angkatan Udara yang dibentuk pada 12 Agustus 1962 dengan tujuan agar kaum wanita dapat menjadi anggota TNI AU seperti layaknya kaum pria lainnya. 

Mengapa TNI AU membentuk wanita udara ini, apa yang menjadi dasar ?

*Sejak awal perjuangan kemerdekaan Indonesia, para wanita berjuang bersama sama pejuang pria.

Perjalanan bangsa Indonesia tidak dapat lepas dari peran kaum wanita sendiri karena tdak sedikit wanita Indonesia yang turut berjuang bahu-membahu bersama prajurit pria untuk meraih kemerdekaan Negara Indonesia. 

Pada masa perang kemerdekaan kaum wanita ikut berjuang di beberapa pangkalan AURI dan mereka bertugas dibidang Kesehatan, administrasi, penerangan, pelipat payung, PLLU, PHB dan Dapur Umum.

Para pejuang wanita inilah yang menjadi cikal bakal Wanita Angkatan Udara.

Bertitik tolak dari hal tersebut dan untuk mewadahi peran serta kaum wanita dalam perjuangan AURI, maka pada tahun 1962 Deputi Menteri/ Panglima Angkatan Udara Urusan Administrasi Laksamana Muda Udara Suharnoko Harbani mendapat tugas dan wewenang dari pimpinan TNI AU untuk membentuk  Wara.

Kalau Wara lahirnya kapan?

*Lahir 12 Agustus 1963 yang diawali dengan pembukaan pendidikan Wara Pertama pada 10 Juni 1963 di Kaliurang dan pendidikan ini diikuti oleh 30 orang wanita lulusan sarjana dan sarjana muda dari berbagai jurusan. Itulah cikal-bakalnya Wara.

Mengapa memilih daerah Yogya ?

*Seperti kita ketahui, perjuangan kemerdekaan Indonesia, Yogya menjadi kiblat perjuangan walaupun juga di berbagai wilayah Indonesia seperti di daerah Bukit Tinggi ada banyak juga wanita yang berjuang.

Tetapi pada saat itu, pimpinan TNI AU memusatkan pendidikan Wara di Kaliurang Yogyakarta.

Apakah peran Wara sekarang ini ditengah kecepatan kemajuan teknologi, bersaing pula dengan kaum pria ?

Kita bukanlah bersaing, namun kita setara, artinya kita saling mendukung.

Jadi dalam organisasi TNI AU sendiri keterlibatan wanita sudah dimulai sejak tahun 1963 setelah dilantiknya 30 wanita yang telah selesai pendidikan tahun 1963. 

Dimana dalam berbagai bentuk penugasan militer, Wara memberikan dukungan langsung maupun tidak langsung diberbagai misi TNI AU. 

Dukungan penting bagi TNI Angkatan Udara khususnya dibidang teknologi, sebab angkatan militer ini bersinggungan senantiasa dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga, Wara dituntut perannya untuk senantiasa meng up-grade dirinya sendiri, dalam ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan.

Kami juga dituntut untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Apakah yang menjadi dasar sehingga Anda tertarik untuk masuk seleksi menjadi Wara ?

Dari pengalaman pribadi, saya dipilih berdasarkan hasil tes psikologi.

Memang sebelumnya, sudah mengisi angket pilihan dan diberikan kebebasan untuk memilih ingin masuk angkatan yang mana ?

Pilihan pertama saya adalah AD sebab Bapak saya pensiunan Serma TNI AD dan pilihan yang kedua adalah TNI AL sebab saya pernah ikut Scuba Diving serta pilihan ketiga adalah TNI AU.

Namun hasil tes psikologi yang menempatkan saya di TNI AU.

Apakah benar, jika masuk dalam ketiga angkatan ini sangatlah sulit ?

*Tidaklah benar demikian, memang jika masuk dalam dunia militer dibutuhkan fisik yang prima, terutama persiapkan fisik namun terutama doa secara pribadi dan doa restu orangtua.

Dari pengalaman saya, tidak ada yang sulit jikalau memiliki tekad yang kuat untuk masuk TNI.

Ini juga garis tangan sepertinya, tetapi dari pihak kita sebagai insan yang mau berusaha, itu sudah kodrat kita, namun yang penting dari pihak kita ada upaya, tindakan untuk mempersiapkan diri masuk seleksi.

Seperti saat ini informasi terbuka lebar, untuk pejuang kedinasan, banyak juga kedinasan - kedinasan membuka peluang untuk mengabdi dan dibutuhkan juga informasi yang banyak untuk persiapan masuk seleksinya. "Tidak ada yang sukar, tidak ada yang sulit". 

Sudah berapa tahun Ibu berdinas ?

*Saya Perwira Karir Angkatan 9 tahun 2002 atau kurang lebih sudah 18 tahun berdinas.

Apakah pernah berdinas di Luar Negeri, pernah ikut misi PBB ?

Ada slogan, "Kalau Anda ingin melihat dunia masuklah ke TNI".

Berdasarkan perintah Panglima TNI, saya pernah ditugaskan untuk memperkuat komposisi pasukan Garuda Indobatt 23D/UNIFIL di Libanon Selatan.

Puji syukur, saya bisa melihat dunia luar dan penugasan ini benar - benar membuka cakrawala dan wawasan saya dalam penugasan. 

Bahwa sebenarnya, peluang dan kesempatan untuk maju banyak sekali meskipun ditengah - tengah kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

Saat ini kalau kita mau maju, mau berusaha, pasti kita bisa dan harus seperti itu.

Sebab dunia ini berkembang terus, maju terus dan tidak pernah mundur.

Kita harus benar - benar mempersiapkan diri.

Pengalaman saya di Libanon Selatan sangat banyak sekali baik suka dukanya, tapi yang paling penting tugas dapat terselesaikan, misi dapat terselesaikan secara komplit dan aman terkendali. 

Sudah sejak 2002 bertugas di TNI AU, apakah Ibu dapat membagi waktu sebagai seorang ibu rumah tangga dan juga sebagai anggota TNI AU ?

*Secara pribadi saya sempat terpikirkan hal ini, belum lama ini.

Saya sangat bersyukur, bahwa ada begitu besar pengertian dari pihak anak dan keluarga saya menyangkut tugas saya sebagai seorang militer.

Jadi mereka juga adalah pendukung terbesar dalam kehidupan saya, sehingga saya masih bisa bertugas berdinas sampai saat ini.dengan aman dan lancar.

Besar sumbangsih keluarga dalam karir dalam kedinasan saya.

Jadi saya tidak sendiri, tapi ada anak saya yang sangat pengertian, malah bisa juga survive, bisa juga turut merasakan bagaimana perjuangan seorang militer.

Sharing sedikit pengalaman saya ketika pindah tugas ke Yogya dari Jakarta.

Sebenarnya sudah menjadi pengetahuan umum jika bagi TNI AU pesawat adalah tumpuan harapan saat mutasi ke seluruh wilayah Indonesia. 

Namun, saat mutasi saya memilih perjalanan darat dan itu pertama kalinya saya melakukan lintas pulau Jawa, dari Jakarta ke Jogja, bersam dengan anak saya.

Satu tujuan, saya ingin mendidik atau mengajarkan kepada anak bahwa inilah kehidupan itu, perjuangan dan harus bisa survive.

Anak pegang map-nya ,saya pegang GPS-nya dan kami telusuri Jawa.

Sampai di Brebes, kami mulai mengandalkan peta.

Luar biasa ! sampai di Yogya, satu hal yang ingin saya capai dalam hal ini adalah anak saya bisa belajar bahwa hidup ini penuh dengan perjuangan, tidak ada yang gratis didunia ini karena segala sesuatu harus diraih dengan pengorbanan, dan usaha, atau kerja keras. 

Bolehkah juga share bagi wanita-wanita tangguh di Sulawesi Utara, adakah standar tertentu untuk masuk menjadi Wara ?

*Saat ini TNI AU telah membuka peluang dan kesempatan bagi anak-anak putri untuk masuk menjadi Taruni Akademi Angkatan Udara.

Ada kriteria tinggi badan yang diperlukan dan dari jurusan kelas eksakta yang diprioritaskan karena Angkatan Udara identik dengan ilmu eksakta.

Karena bertugasnya di medan yang ekstrim, tidak ada orang yang hidup di udara sehingga ini membutuhkan teknologi yang tinggi, karena nyawa taruhannya serta Sehat jasmani dan rohani pastinya.

Apakah selama ini Wara hanya bekerja di bagian administrasi saja ?

*Sebelum menjawab, saya ingin berterimakasih kepada Komandan Lanud Sam Ratulangi Marsma TNI Mohamad Satriyo Utomo SH yang telah mengijinkan saya untuk mewakili Wara Lanud Sam Ratulangi Manado memberikan informasi dalam rangka HUT ke 58 Wara tahun 2021.

Sebelumnya saya ingin menyampaikan, karena validasi organisasi sehingga saat ini Lanud Sam Ratulangi Manado sudah dipimpin atau dikomandoi oleh Jenderal Bintang Satu.

Maka ada beberapa jabatan yang berubah termasuk jabatan saya yang awalnya disebut Kapentak sekarang sudah menjadi Kepala Penerangan atau Kapen.

Terkait pertanyaan diatas saya menyampaikan bahwa hal itu tidak benar jika Wara hanya mengurusi bagian administrasi saja.

Dunia militer dimana Wara mengabdi memang sebenarnya identik dengan dunia kaum lelaki tetapi tetap membutuhkan sentuhan feminitas.

Wanita itu khan kerja detil, teliti, kemudian lebih telaten, lebih tekun, lebih sabar, apalagi kalo bersentuhan dengan dunia teknologi, urusannya lebih njelimet.

Lebih membutuhkan hal hal yang detil dan terperinci, seperti di bagian Navigator, Penerbang, IT, Teknisi pesawat terbang dan semuanya itu membutuhkan wanita mulai dari operasi militer sampai dengan misi perdamaian dunia.

Cuman satu hal yang belum ada di Indonesia, wanita spesial combatan. 

Kita belum seperti negara Amerika dan negara - negara Eropa, negara maju.

Sejauh pengetahuan saya, masih dilematis untuk wanita diterjunkan dalam kombatan, spesial pasukan khusus karena kriterianya lebih tinggi lagi untuk spesialisasinya karena mungkin membutuhkan ketangguhan fisik.

Seperti kita ketahui pada tahun - tahun yang lalu ada film GI Joe, lahir dari adanya diskusi yang alot di DPR AS tentang apakah wanita itu pantas dan layak ditugaskan dalam pasukan khusus yang kombatan. 

Menurut Anda, apakah bisa wanita kombatan ?

Kalau dari sisi kemampuan, sebenarnya, kenapa tidak kalau diberikan kesempatan.

Saya percaya, wanita juga mampu dan sanggup untuk mengemban tugas seperti itu.

Yang membedakan hanya kodratnya wanita melahirkan, tetapi secara fisik kalo dilatih juga saya percaya, sanggup untuk wanita pikul.

Karena, dalam hal ini pria - wanita saling mendukung sebagai satu tim, saling melengkapi dalam satu misi pekerjaan jadi tidak ada yang unggul diatas yang lainnya.

Hanya saja, kodrat wanita itu melahirkan, inilah yang membedakannya dengan pria. 

Ada masa-masa tertentu wanita, menstruasi, melahirkan dan itu memang identik dengan wanita.

Meakipun Kelihatannya lemah, tapi sebenarnya wanita itu kuat.

Itu kasih karunia yang diemban oleh kaum wanita dan itu yang membedakannya.

Jadi soal kemampuan kalau dilatihkan secara bersama, saya percaya kaum wanita bisa mengemban tugas ini. 

Sebagai seorang Wara bagaimana perkembangan dunia militer, antara pria dan wanita, apalagi Indonesia kini telah berumur 76 tahun. Menurut Anda bagaimana ?

Saya secara pribadi bersyukur, saya lahir, tumbuh, berkembang dan hidup di bumi Indonesia.

Karena Indonesia sangat menjunjung tinggi kaum wanita.

Menghormati dan menghargai kehadiran kaum wanita ditengah - tengah keluarga maupun masyarakat tidak ada diskriminasi dan secara gender tidak ada, kami begitu merasa tersanjung-lah. 

Karena contohnya, tidak ada yang mengijinkan pria itu menangis dan masyarakat masih memaklumi kalau wanita itu mengeluarkan air mata.

Betapa luar biasanya sosial budaya Indonesia dan saya secara pribadi bersyukur, bisa lahir dan tumbuh dinegeri tercinta Indonesia.

Melihat perkembangan sekarang, wanita luar biasa karena diberi kesempatan atau peluang terbuka luas untuk kaum wanita dapat berkiprah, untuk bisa menyatakan jati diri kami didalam membangun Indonesia ini. 

Contohnya, pencapaian tertinggi di Angkatan Udara, di militer khususnya yang kami syukuri yaitu posisi jabatan sebagai Oditur (Jaksa) Jenderal (Orjen) yang saat ini dijabat oleh Marsda TNI Reki Irene Lumme dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Dari 2002 sampai sekarang ini mungkin ada pengalaman yang paling tidak akan terlupakan, entah sebagai pasukan PBB atau saat berdinas di tempat lain di Indonesia ?

*Yang paling menarik buat saya adalah penugasan satu tahun di Libanon Selatan.

Pada saat itu, Indobatt mendapatkan komplain karena melarang media untuk mengambil gambar di perbatasan Kafer Kela.

Wartawan ini ternyata memberikan komplain dan datang ke Markas Komando.

Waktu itu, (hal ini) menyangkut  tugas saya, sebagai Perwira Penerangan (Public Information Officers) Indobatt dan Komandan memerintahkan saya untuk mengatasi masalah ini.

Apa yang terjadi waktu itu, saya juga agak gentar sedikit karena setahu saya mereka termasuk orang yang temperamennya sangat tinggi, (masyarakat Libanon-red). 

Yang saya lakukan pertama kali adalah berlutut berdoa di kamar, saya bilang : “Tuhan, tolong saya, beri hikmah bagaimana untuk bicara kepada wartawan Libanon Selatan”. Karena pasti dia datang dengan emosi karena komplain dan pada akhirnya mengalir begitu saja pembicaraan setelah saya mendatangi mereka dengan senyuman.

Saya sampaikan bahwa anggota hanya melaksanakan tugas dan mereka harus memberikan laporan ke atas.

Tapi kalau media tidak bekerjasama dengan menunjukkan tanda pengenal, bagaimana mereka akan laporan ke Atasannya. “Mohon dimaklumi, kami ini hanya melaksanakan tugas supaya negara Anda aman. Saya sudah melihat bagaimana perbedaannya negara yang aman, dapat membangun dengan luarbiasa, karena pertahanan keamanan yang terjamin. Dibandingkan dengan negara yang rusuh, tidak aman untuk membangun. Jadi kami hadir disini hanya untuk melaksanakan tugas”, kata saya kepada Media lokal.

Jadi hingga kini, terjalin komunikasi yang baik dengan wartawati media Libanon Selatan.

Yang paling terakhir, adakah harapan Anda bagi Nona-nona Sulut ?

Ini merupakan pertanyaan kehormatan buat saya, karena saya bukan yang nomor satu, "I am not the number one".

Ada banyak juga Wara - Wara yang berhasil sukses diberbagai lini kehidupan dan saya bersyukur diberi kesempatan wawancara.

Luar biasa kecintaan kepada daerah saya Minahasa dan Sulawesi Utara dan saya rindu begitu banyak wanita - wanita yang bisa maju lagi bahkan lebih lagi daripada saya.

Pertama : Buka cakrawala dengan banyak membaca.

Saya memang hobi membaca, sebab sejak kecil saya selalu ke Perpustakaan karena Mami saya pegawai Perpustakaan Daerah di Tikala Manado.

Sebab ketika banyak membaca, pasti banyak informasi yang akan kita dapatkan. 

Kedua : Andalkan Tuhan dalam setiap kegiatan dan jangan pernah lupakan Tuhan, karena Dia adalah terang yang menerangi jalan kita.

Kita manusia berkehendak tapi Tuhan yang menentukan sehingga selalu kita serahkan kepada Tuhan dan jangan lupa upaya kita sebagai manusia tetap harus ada kerja keras dan upaya. Terimakasih.***

(Penulis sekarang menjabat sebagai Kepala Penerangan Lanud Sam Ratulangi Manado Sulut. HP 0812-1380-1618. Email: michikoinfo05@gmail.com).

Seluruh isi materi ini merupakan milik intelektual pribadi. Meniru dan menggandakan hal-hal yang dicantumkan dalam materi ini, diluar maupun tanpa seizin Penulis, merupakan pelanggaran hak intelektual dan dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar