Danlanal Melonguane Sambangi Kapal Penumpang di Pelabuhan Menuju Wilayah Perbatasan Utara NKRI

KBRN, Manado :  Tak hanya melakukan pendisiplinan protokol kesehatan Covid-19 di pelabuhan-pelabuhan di Kabupaten Kepulauan Talaud ataupun sidak kapal penumpang yang sedang berlayar menuju ke Talaud, pada Senin (30/11/2020), Komandan Lanal Melonguane  Letkol ( Mar ) Adi Sucipto, ST, M.Tr. Hanla  melaksanakan kunjungan ke kapal penumpang tujuan Talaud di Pelabuhan Manado yang merupakan pintu keluar menuju Talaud. 

Kunjungan ke kapal penumpang di pelabuhan pintu keluar tersebut dilakukan oleh Danlanal Melonguane dengan menemui dan menyapa para penumpang di atas kapal yang sebagian besar adalah masyarakat Talaud sambil mengingatkan mereka untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19 selama pelayaran menuju kampung halaman mereka di wilayah perbatasan.

Berkenaan dengan kunjungan tersebut, Danlanal Melonguane menyampaikan bahwa itu adalah bentuk kepeduliannya kepada masyarakat Talaud agar mereka nantinya tiba di rumah dan bertemu keluarga di kampung halaman tetap dalam keadaan sehat serta tidak membawa Covid-19 yang dapat menyebar di lingkungan keluarga maupun masyarakat Talaud.

Selain menemui masyarakat Talaud yang menjadi penumpang, Danlanal Melonguane juga menyempatkan diri menemui Nahkoda dan ABK kapal untuk  menyampaikan himbauan agar selama pelayaran untuk sering mengingatkan penumpang agar mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dengan menggunakan pengeras suara di kapal ataupun mengingatkan secara langsung.

" Setelah ke-259 hari kita melaksanakan berbagai upaya di pintu masuk (pelabuhan di Talaud - red ) untuk menjaga Talaud agar menjadi zona hijau, maka peninjauan situasi di pintu keluar/keberangkatan perlu kita lakukan, apalagi saat ini terindikasi akan terjadi peningkatan penumpang kapal tujuan Talaud yang disebabkan banyaknya masyarakat Talaud yang akan mudik merayakan Hari Raya Natal di kampung halaman," ujar Danlanal Melonguane

Melalui media ini, Pamen berpangkat Letkol Marinir yang menyukai olahraga perairan ini kembali mengimbau kepada para pengguna laut, baik para penumpang maupun penyedia jasa angkutan laut untuk terus mematuhi protokol kesehatan Covid-19 guna menghindarkan kapal laut menjadi klaster penyebaran Covid-19, khususnya bagi kapal-kapal yang akan berlayar dan menurunkan penumpang di pelabuhan-pelabuhan di Kabupaten Kepulauan Talaud.

" Kalau wilayah kita terjaga dan bebas dari Covid-19, maka dampaknya akan sangat besar bagi kelangsungan pembanguanan dan kemajuan Talaud, termasuk bagi kepentingan generasi muda Talaud yang saat ini telah melaksanakan sistim pendidikan tatap muka," tandas pria kelahiran Baturaja yang dikenal akrab dengan awak media ini

Ia mengungkapkan hasil pemantauannya selama ini bahwa berkat dari Talaud menjadi zona hijau sangatlah besar, dimana roda pembangunan, ekonomi, pendidikan dan lain lain sudah mengalami peningkatan/kemajuan. Ia menyampaikan bagaimana kondisi awal perekonomian masyarakat Talaud saat wabah Covid-19 melanda Indonesia dan berdampak bagi Talaud yang merupakan daerah kepulauan yang berada jauh di wilayah perbatasan dan relatif jauh dari pulau besar (Sulawesi).

"  Bentor (becak motor) yang merupakan transportasi angkutan umum masyarakat Melonguane dan sekitarnya saja sampai mati (tidak berjalan), banyak para sopir bentor yang kehilangan pekerjaan. Jadi, mari kita syukuri dan sikapi dengan bijaksana kondisi di Talaud saat ini dengan mendukung kebijakan pemerintah untuk pencegahan penyebaran Covid-19 dengan disiplin melaksanakan protokol Covid-19," pungkasnya.   

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00