Dalam 5 Hari, Ditresnarkoba Polda Sulut Kembali Berhasil Mengungkap Kasus Sabu dan Obat Keras

KBRN, Manado : Sejak tanggal 20 hingga 24 November 2020, Direktorat Reserse dan Narkoba Kepolisian Daerah Sulawesi Utara ( Ditresnarkoba Polda Sulut ) berhasil mengungkap  2 kasus sabu, 1 obat keras, dan 1 miras. Berdasarkan enam laporan Polisi,  3 kasus diungkap di wilayah Kota Manado dan 1 di Kabupaten  Minahasa Selatan.

Kepala Bidang  Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast  didampingi Dirresnarkoba AKBP Indra Lutrianto Amstono, Sabtu (28/11/2020) saat Press Conference di Mapolda Sulut mengatakan kasus pertama  diungkap pada Jumat (20/11/2020) malam.

 “Petugas mengamankan pemakai sabu berinisial FA, di kompleks pertokoan Calaca, Wenang, Manado. Petugas mendapati barang bukti berupa 1 paket kecil sabu yang sempat dibuang ke lantai. FA mengaku, membeli sabu dari pria berinisial A yang merupakan warga binaan disalah satu Lembaga Pemasyarakatan di Sulut,” ungkap Kabid Humas Polda Sulut

Kemudian, pada  Sabtu (21/11/2020) petang, petugas  mengamankan 4 tersangka kasus sabu, masing-masing berinisial AL, AP, DB, dan RCL.  Abast menguraikan sejak awal November, petugas sudah mengantongi informasi mengenai peredaran sabu yang dilakukan ke empat tersangka di wilayah Paal II Manado. Tersangka AL dan AP ditangkap di kompleks Pasar Segar Paal Dua, saat mengantar pesanan sabu yang dibungkus dengan pembungkus obat antibiotik.

" AL dan AP mengaku membeli sabu dari pria berinisial P  yang juga warga binaan disalah satu Lembaga Pemasyarakatan di Sulut melalui istri AL yang berinisial DB. Dalam pengembangan, petugas mendapati 1 paket kecil sabu yang disimpan di lemari rias di rumah DB, di wilayah Paal Dua,” terang Abast

Selanjutnya, pada Minggu (22/11/2020) malam,  petugas berhasil  mengamankan seorang pengedar obat keras jenis Trihexyphenidyl berinisial SD, di wilayah Tuminting, Manado.

" SD diamankan beserta 10 butir Trihexyphenidyl. Dan dalam pengembangan, petugas kembali mendapati 836 butir Trihexyphenidyl di rumah SD, di Tuminting,” katanya

Setelah tiga kasus diatas, selanjutnya pada Selasa (24/11/2020) dini hari, petugas berhasil menggagalkan menggagalkan penyelundupan ribuan liter minuman keras ( miras )  jenis cap tikus ke Gorontalo.

Perwira Menengah Kepolisian ini  menerangkan, miras diangkut menggunakan truck yang dikemudikan seorang  pria berinisial AR. Miras yang rencananya akan dibawa ke Gorontalo ini dikirim dari Ranoketang, Minahasa Selatan.

" Berawal ketika petugas mendapat informasi dari masyarakat tentang penyelundupan miras tersebut. Dalam pengejaran, truck berwarna hijau tersebut berhasil dihadang di ruas Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di wilayah Kawangkoan Bawah, Amurang, Minahasa Selatan. Dan saat diperiksa petugas, di bak truck yang ditutup dengan terpal, didapati 109 karung berisi sekitar 4.965 liter cap tikus,” tutur Jules

Dari pengungkapan empat kasus tersebut, Ditresnarkoba mengamankan total 7 tersangka, beserta sejumlah barang bukti yang  terdiri dari, 4 paket kecil sabu, 3 set alat penghisap sabu, 2 korek api, 846 butir Trihexyphenidyl, 4.965 liter cap tikus, serta 4 hand phone milik para tersangka. Para tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolda Sulut untuk diperiksa lebih lanjut.

“Kasus ini masih dikembangkan, untuk memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkoba jenis apapun, hingga ke akar-akarnya,” pungkasnya

Di tempat sama,  Diresnarkoba Polda Sulut AKBP Indra Lutrianto Amstono menuturkan maraknya peredaran obat keras Trihexyphenidyl yang selalu diungkap anggota karena para pembeli memesan melalui jalur online sehingga sulit di pantau, untuk kemudian diedarkan di Kota Manado dan Kabupaten lainnya di Sulut.

“Jadi kita berhasil mengungkap berdasarkan laporan masyarakat dan kerjasama dengan ekspedisi,” Diresnarkoba Polda Sulut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00