Satgas TMMD 114 Kodim 1306/Kota Palu Bantu Tradisi Warga

KBRN, Manado : Tradisi mengangkat atau memindahkan rumah seutuhnya secara bergotong royong (membopongnya) merupakan tradisi yang biasa dilakukan masyarakat Sulawesi Tengah khususnya di Kabupaten Parigi Moutong. Tradisi ini dilakukan secara turun temurun sampai saat ini masih tetap dipertahankan oleh masyarakat setempat.

Tradisi yang bertepatan dengan pelaksanaan TMMD ke 114 Kodim 1306/Kota Palu yang terletak di desa Katulistiwa, Kec. Tinombo Selatan adalah prosesi  memindahkan rumah secara bersama-sama bergotong royong anggota Satgas TMMD 1306/Kota Palu dengan warga/masyarakat setempat, Minggu (07/08/2022).

Rumah panggung yang terbuat dari kayu menjadi karakteristik kebanyakan rumah masyarakat Kab. Parimo. Rumah yang dipindahkan tentu saja tidak ringan, bahkan dapat mencapai berat puluhan Ton, oleh karena itu tradisi ini melibatkan puluhan bahkan ratusan warga untuk bergotong royong memindahkan rumah ke lokasi yang baru yang dipimpin oleh seorang Ketua Adat yang memberi aba-aba serta mengarahkannya.

Tujuannya dilaksanakan kegiatan pemindahan rumah tersebut menurut Ketua Adat agar rumah yang baru dipindahkan terhindar dari bencana dan malapetaka. Tradisi memindahkan rumah ini memang dimungkinkan karena bentuk rumah tradisional berupa rumah panggung atau rumah kayu. 

Kolonel Inf Jhonson M. Sitorus dalam keterangannya mengatakan bahwa Tradisi yang sudah berlangsung sejak zaman nenek moyang ini berangkat dari filosofi bahwa rumah dianggap sebagai tanah leluhur mereka. Sehingga harus tetap dijaga keutuhannya secara turun menurun sekalipun pindah ke lokasi yang baru.

Kapendam juga menambahkan bahwa tradisi ini sudah ada pada zaman dahulu sehingga masyarakat saat ini masih memegang teguh sifat gotong royong dan ini sudah menjadi budaya sampai sekarang.

kegiatan tersebut disambut antusias oleh masyarakat di desa Katulistiwa, Kab. Parigi Moutong hal ini salah satu mencerminkan nilai-nilai gotong royong, dimana masyarakat secara spontan dan sukarela membantu memindahkan rumah tanpa dibayar, dan kegiatan memindahkan rumah ini hanya dilakukan oleh warga laki-laki.”imbuh kapendam.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar