Penanganan TNI AD Gadungan di Miangas Diserahkan Sepenuhnya ke Kepolisian

KBRN,Talaud : Seorang pria berasal dari Maluku Tengah berinisial RM (28)  alias Richardio diamankan ke Polsek Miangas karena mengaku sebagai anggota TNI AD yang bertugas di kesatuan Korem 161/Udayana . Pelaku diduga nekat menjadi TNI AD gadungan untuk meminang dan memikat hati seorang perempuan asal Desa Miangas yang disukainya.

Kapolsek Miangas Iptu Handri Makaatuuk melalui Kanit Reskrim  Bripka S.Pitaratu menjelaskan, kasus tersebut bermula dari kecurigaan anggota Intel Kodim 1312 Talaud yang melakukan interogasi kepada pelaku karena pelaku telah memperlihatkan adanya tanda - tanda mencurigakan saat pelaku melakukan acara Minang (tukar cincin) di rumah korban di Desa Miangas.

Dia ini awalnya mengenal korban lewat Facebook  sejak bulan Oktober 2021 dan mengaku sebagai pengusaha peternak ayam Lewat telpon pelaku dan korban bertemu di Manado setelah ketemu  pelaku memperlihatkan Kartu tanda  anggota dan mengaku seorang prajurit TNI AD bertugas di Ambon , korban pun dengan yakin menerima lamaran korban dengan ketentuan lamaran di laksanakan di Miangas.

Akhirnya Pada hari Kamis tanggal 19 Mei 2022 pelaku bersama korban tiba di Miangas dengan menumpangi kapal Sabuk Nusantara 109.

Dari hasil pemeriksaan terhadap Identitas Pelaku juga  menunjukan KTP dan kartu anggota (KTA) TNI yang diduga palsu untuk meyakinkan perihal profesinya. RM juga tak dapat menunjukan Surat Tugas dari Kesatuan yang bersangkutan. 

Saat ini pelaku telah diamankan di Polsek Miangas untuk pemeriksaan dan kordinasi lanjut. Dimungkinkan pihak Kepolisian akan memanggil pihak korban dan saksi saksi untuk diambil keterangan.

 " Untuk saat ini belum ada laporan resmi dari pihak korban. Selanjutnya,  terkait dugaan tindak pidana pemalsuan berupa KTA TNI dan KTP  kami akan melihat nanti. Kalo memang nanti dari pihak institusi yang berkeberatan ( TNI AD - red) kita akan bekerjasama untuk bagemana penanganan selanjutnya. Kepolisian akan bertindak sesuai undang undang dan aturan yang berlaku, " katanya

Terkait kasus tersebut Dandim 1312/ Talaud melalui Plh. Danramil 1312-07/Miangas Letda Inf Patmiltje Patolenganeng mengatakan penangananan dugaan kasus pemalsuan dokumen dan pencemaran nama baik institusi TNI diserahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian. 

" Yang bersangkutan (Pelaku - red) sudah masuk di ranah hukum  ataupun ditangani pihak yang berwajib. Kita mengikuti  aturan hukum yang berlaku. Kita sudah melaporkan kepada pak Dandim ( Dandim 1312/Talaud Letkol Inf Agus Aryanto - red) dan telah diketahui. Terkait proses hukum atau penanganannya seperti apa, kami serahkan ke Kepolisian," jelas Plh Danramil di beranda utara NKRI. ( Reporter : Bayu Nurlette). 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar