Miras Cap Tikus Pemicuh Kejahatan Di Manado Bertambah

KBRN, Manado : Minuman keras (Miras) menjadi indikator utama pada tindakan kejahatan khususnya pada perkara penganiayaan, di kota Manado persoalan tersebut dominan terjadi.  Kasat Reserse Narkoba Polresta Manado, AKP Temmy Toni kepada RRI (13/4/2021) mengakui minuman keras lokal jenis cap tikus menjadi rata-ratanya dikomsumsi oleh masyarakat yang tersangkut tindakan kejahatan tersebut,  Miras Cap Tikus dikatakan lebih digandrungi oleh masyarakat karena nilai harga yang tergolong murah dibanding pada minuman keras alkohol yang berlabel, sehingga perlu disikapi oleh pemerintah khususnya Pemerintah Daerah (Pemda) mengenai regulasi yang tepat pada cap tikus lokal karena memberi pengaruh pada bertambahnya  kejahatan di Manado. Pada pembuat atau pengolah cap tikus memang berdampak pada nilai ekonomi masyarakat petaninya sementara yang mengkomsumsi berdampak pada kesehatan bahkan sampai pada tindakan mabuk-mabukan pemicuh konflik sosial dan kejahatan.

“Memang khususnya di kota Manado pada Street Crime berupa kekerasan, KDRT, perkelahian antar kelompok itu cukup banyak, setelah dilakukan penyelidikan analisa kami (Polres) kebanyakan di picuh karena mabuk minuman keras,  khusus pada minuman cap tikus yang murah dengan harga 10 ribu dan 20 ribu sehingga cenderung dibeli oleh masyarakat untuk mabuk-mabukan, di tambah lagi peredarannya masih belum bisa terkendali karena Peraturan Daerah (Perda) masih rancuh,” Ujarnya.

Cap Tikus disebut sebagai produk kearifan lokal yang dibuat oleh sebagian  masyarakat Sulut,  karena bahan baku dari  pohon aren dengan sangat  mudah ditemui pada beberapa daerah, sehingga air pohon aren diberdayakan, diolah menjadi produk bermutu seperti gula merah dan cap tikus beralkohol yang menjadi sumber pendapatan  eknonomi, diakui pemanfaatan produk bermutu khususnya pada jenis cap tikus harus tepat sasaran pada pengelolaannya melalui aturan atau regulasi.   

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00