Survei KCI- LSI ODSK Tinggalkan Pesaingnya

KBRN, Manado : Konsultan Citra Indonesia) – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network, memaparkan hasil temuan dan analisis survei, yang dilakukan tanggal 22 – 29 Agustus 2020 untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Utara (Sulut).

Lembaga survei KCI-LSI telah melakukan riset tiga bulan jelang Pilkada Sulut; Kekuatan Para Kandidat di Enam Kantong Pemilih Penting, Sebelum Masa Kampanye.

Narasumber sekaligus Peneliti Senior LSI Network Ikrama Masloman menjelaskan Ke- 6 kantong pemilih penting yaitu pemilih emak-emak, pemilih protestan, pemilih muslim, pemilih milenial, dan pemilih terpelajar serta pemilih etnis/suku.

“Dari enam kantong pemilih penting di atas, dapat disimpulkan bahwa keunggulan Olly – Steven terhadap dua kompetitornya Cep-Sehan dan VAP-Hendry, jika dibuatkan skor dari 6 kantong tersebut, maka Olly – Steven menang 6-0 dari dua kompetitornya Cep-Sehan dan VAP-Hendry,” kata Ikrama.

Ikrama menjelaskan, jelang Pilkada 2020 yang tinggal menghitung hari (Per hari ini, tersisa 86 hari lagi menjelang pemungutan suara 9 Desember 2020), survei terkini LSI pasca pendaftaran menunjukkan bahwa Olly Dondokambey – Steven Kandouw masih unggul dua digit bahkan diatas 40% dari dua kompetitornya, pasangan Christiany Eugenia Paruntu (Cep) – Sehan Salim Landjar dan Vonny A Panambunan (VAP)-Hendry Runtuwene.

Elektabilitas Olly – Steven berada pada angka 68,1%. Sementara elektabilitas Cep-Sehan sebesar 16.9% dan VAP-Hendry sebesar 7,2%. Mereka yang belum menentukan pilihan tersisa 7.8%.

Sejak bulan April 2020, elektabilitas ketiga pasangan calon memiliki tren peningkatan dari bulan April ke bulan agustus, namun tren peningkatan merata.

Unggulnya pasangan Olly – Steven terhadap Cep-Sehan dan VAP-Hendry didasari oleh keunggulan pada kantong-kantong pemilih penting, yaitu;

Kantong Pertama yang penting adalah kantong pemilih Emak-emak yaitu pemilih perempuan dan profesi IRT. Di Pemilih perempuan Olly – Steven unggul sebesar 69%, Cep-Sehan sebesar 13% , VAP-Hendry 10%, sedangkan IRT Olly – Steven 71%, Cep-Sehan sebesar 13,6% , VAP-Hendry 7,7% .

Kantong Kedua yang penting adalah kantong pemilih Protestan. Populasi pemilih ini base pemilihnya paling besar yaitu 64%. Dalam pertarungan yang mengikutsertakan tiga kontestan, perebutan segmen ini menjadi penting. Survei KCI – LSI Network menunjukkan bahwa Olly – Steven masih unggul di kantong pemilih protestan. Dukungan terhadap Olly – Steven pada segmen pemilih ini mencapai 69.5%, Cep-Sehan sebesar 12% dan VAP-Hendry sebesar 11,2%.

Di kantong pemilih yang kedua ini, Olly – Steven unggul mutlak dari Cep-Sehan dan VAP-Hendry.

Kantong Ketiga yang penting adalah kantong pemilih Muslim. Populasi pemilih ini basis pemilihnya cukup besar yaitu 30,4%. Meski satu dari tiga kandidat memiliki pasangan beragama muslim, namun potret elektabilitas pemilih muslim cenderung tidak terasosiasi secara linier. Dimana Survei KCI – LSI Network menunjukkan bahwa Olly – Steven masih unggul di kantong pemilih islam.

Dukungan terhadap Olly – Steven pada segmen pemilih ini mencapai 67.6%, Cep-Sehan sebesar 19,2% dan VAP-Hendry sebesar 5,5%. Di kantong pemilih yang ketiga ini juga Olly – Steven unggul dari Cep-Sehan dan VAP-Hendry .

“Kantong Keempat yang penting adalah kantong suara Milenial yang kami klasifikasikan pada meraka yang berumur 29 tahun kebawah. Pemilih milenial ini, adalah segmen yang diperhitungkan karena basis pemilihnya sebesar 21,3%,” ujar Ikrama.

Di kantong pemilih milenial ini, menunjukkan bahwa Olly – Steven didukung mayoritas. Dukungan terhadap Olly – Steven pada segmen pemilih ini mencapai 70.3%, Cep-Sehan didukung sebesar 15,6% dan VAP-Hendry sebesar 5,5%.

Kantong Kelima yang penting adalah kantong pemilih kalangan Terpelajar. Populasi pemilih ini hanya sebesar 11.9%. Namun sekali lagi dalam pertarungan elektoral yang kompetitif dengan lebih dua kandidat, populasi 11.9% cukup signifikan.

Selain itu, pemilih kaum terpelajar cukup penting karena kemampuan mereka mempengaruhi opini publik. Di kantong pemilih ini, Olly – Steven unggul dibanding pasangan Cep-Sehan dan VAP-Hendry. Dukungan Olly – Steven di pemilih terpelajar mencapai 69%.

Sementara dukungan terhadap Cep-Sehan di kantong pemilih ini sebesar 9,9%. dan dukungan kepada VAP-Hendry sebesar 9,9%, dan mereka yang belum menentukan pilihan sebesar 11,2%.

Kantong Keenam yang penting adalah kantong suara pemilih Etnis atau suku. Mereka yang menyebut sebagai pemilih yang berasal dari tiga etnis terbesar yaitu, Minahasa, Sangir/Sangihe, dan Bolaang Mongondouw dimana basis pemilihnya jika digabungkan mencapai 77,3%, pasangan Olly – Steven mengungguli di ketiga segmen tersebut, di etnis Minahasa Olly – Steven didukung sebesar 68,3%.

Sementara dukungan terhadap Cep-Sehan di kantong pemilih ini sebesar 13,7%. dan dukungan kepada VAP-Hendry sebesar 10,3%.

Dan di etnis Sangir/Sangihe, Olly – Steven didukung mayoritas. Dukungan terhadap Olly – Steven pada etnis pemilih ini mencapai 73%, Cep-Sehan sebesar 10,7% dan VAP-Hendry sebesar 9,8,%.

Dan mereka yang menyatakan berasal dari segmen Bolaan Mongondouw, Dukungan terhadap Olly – Steven pada etnis bolmong ini mencapai 70,4%, dukungan terhadap Cep-Sehan sebesar 19,7% tertinggi kedua dan VAP-Hendry sebesar 5,6%

“Dari enam kantong pemilih penting di atas, dapat disimpulkan bahwa keunggulan Olly – Steven terhadap dua kompetitornya Cep-Sehan dan VAP-Hendry,” tandas Ikrama lagi.

Demikian salah satu temuan survei terbaru KCI – LSI Network. Survei dilakukan pada tanggal 22- 29 Agustus 2020, dengan menggunakan 800 responden.

Survei dilakukan di seluruh Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara dengan metode multistage random sampling.

Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error survei ini adalah 3.5%.

Selain survei, KCI – LSI Network juga melakukan riset kualitatif dengan metode FGD, analisis media, dan indepth interview untuk memperkaya analisa survei. Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA.

​​

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00