PN Kotamobagu Tolak Praperadilan Tersangka AM

Kacabjari Kotamobagu di Dumoga Evans Sinulingga SH MH

KBRN, Kotamobagu: Cabang Kejaksaan  Negeri Kotamobagu di Dumoga telah menetapkan  A M sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Dana Desa tahun 2018 di  Desa Iloheluma  dalam   pengadaan mesin paras sebanyak 120 unit, tangki semprot sebanyak 120 unit dan mesin katingting sebanyak 7 unit di tahun anggaran 2018. 

Tersangka bahkan telah mangkir 3 kali panggilan penyidik dan telah di tetapkan sebagai DPO sejak 9 Nopember 2020  oleh penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Kotamobagu di Dumoga

Tak terima ditetapkan tersangka, AM melakukan permohona. Praperadilan di  Pengadilan Negeri Kotamobagu dengan kuasa hukum  Rosiko SH pada 21 Oktober 2020 dengan nomor Praperadilan: 9/PID.PRA/2020/PN.KTG.

Namun pada Selasa 17 November PN Kotamobagu melalui Hakim Tunggal Praperadilan menolak semua dalil yang sampaikan tersangka , sehingga penetapan  tersangka AM  dan penyidikan oleh penyidik Cabjari Dumoga sah menurut hukum.

Seperti diberitakan RRI.CO.ID sebelumnya Kepala Cabang Kejaksaan Negeri  Kotamobagu di Dumoga  Evans Sinulingga SH MH menjelaskan AM merupakan tersangka kasus dugaan korupsi Dana Desa tahun 2018 di  Desa Iloheluma  dalam   pengadaan mesin paras sebanyak 120 unit, tangki semprot sebanyak 120 unit dan mesin katingting sebanyak 7 unit di tahun anggaran 2018 mangkir  dari panggilan Jaksa Penyidik Pidana Khusus Cabjari Dumoga.

"Tersangka AM  tersebut tidak memberikan keterangan dan alasan kepada jaksa. Pihak penyidik hingga saat ini tidak dapat menghubungi  nomor telepon tersangka AM," terang Sinulingga. ujar Evans.

 Lebih lanjut dijelaskan jaksa kesulitan mengirimkan surat panggilan kepada tersangka  selaku penyedia barang pemilik UD Wendyarsa Pratama dikarenakan yang bersangkutan selalu tidak berada di rumah oleh karena itu jaksa meminta bantuan kepala desa setempat untuk meneruskan surat panggilan tersangka kepada yang bersangkutan.

 Jaksa Penyidik Cabjari Dumoga menjadwalkan kembali pemanggilan tersangka inisial AM  berikutnya pada  Kamis  5 nopember 2020 namun tidak pernah kooperatif.

Hasil pemeriksaan dan fakta hukum selama penyidikan oleh penyidik pidana khusus Cabjari Dumoga, AM telah memenuhi syarat untuk ditetapkan kembali sebagai tersangka.  diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagai informasi, penyidik pidana khusus Cabjari Dumoga, telah menetapkan AM sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi dalam pengadaan mesin paras sebanyak 120 unit, tangki semprot sebanyak 120 unit dan mesin katingting sebanyak 7 unit di tahun anggaran 2018. Pengadaan bernilai Rp 509.500.000 pada Desa Iloheluma, dari hasil Perhitungan Kerugian Negara (PKN) terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp. 321.931.931.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00