Kejari Talaud Laksanakan Restorative Justice Tersangka Penganiayaan di Bowombaru

KBRN,Talaud : Dilansir dari akun resmi Kejari Kepulauan Talaud, Kamis, (14/06/2022) Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud melaksanakan Restorative Justice atas nama tersangka AA alias Arvandi yang disangka melanggar Pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Adapun Kasus Posisi Perkara adalah sebagai berikut :

Bahwa pada hari Rabu tanggal 06 April 2022 sekitar jam 01.40 WITA bertempat di Desa Bowombaru Kec. Melonguane Timur Kab. Kepulauan Talaud tepatnya di rumah Korban DEITY ROSMITA BAWINTIL, Tersangka AA telah melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 351 ayat (1) KUHPidana. Pada saat itu Tersangka dalam keadaan mabuk dan hendak pulang ke rumah yang kebetulan rumah Tersangka berdekatan dengan rumah Korban DEITY ROSMITA BAWINTIL, dalam perjalanan Tersangka iseng-iseng melepas baju kaosnya untuk dijadikan topeng kemudian dipakai untuk menutupi kepala dan wajahnya, kemudian Tersangka masuk ke dalam rumah Korban DEITY ROSMITA BAWINTIL, dan langsung menuju ke arah kamar, ketika sampai di dalam kamar Tersangka kaget karena melihat ternyata ada orang yakni Saksi Korban DEITY ROSMITA BAWINTIL yang bermain Hendphone, karena takut Tersangka spontan langsung melompat ke arah korban DEITY ROSMITA BAWINTIL dan langsung duduk di atas badan Korban DEITY ROSMITA BAWINTIL dan langsung mencekik leher Saksi Korban, saat itu anak dari Korban DEITY ROSMITA BAWINTIL yaitu AUREL EMANUELA BAWINTIL terbangun dan langsung menarik tangan Tersangka sambil berkata “Lepaskan ibu saya”, tidak lama kemudian anak kedua Korban  DEITY ROSMITA BAWINTIL yaitu AL MASI TUMIMBANG terbangun juga dan langsung berusaha membuka topeng yang dipakai Tersangka, kemudian Korban DEITY ROSMITA BAWINTIL saat itu meremas kemaluan Tersangka  agar terlepas dari cekikan Tersangka, saat itu Tersangka langsung melarikan diri dengan cara melompat jendela. 

Bahwa akibat perbuatan Tersangka, Saksi Korban mengalami luka sebagaimana hasil Visum Et Repertum RSUD Talaud Nomor : 445/015/VER/RSUD/IV/2022 tanggal 06 April 2022. Dengan hasil pemeriksaan terdapat luka lecet di bagian kepala dengan ukuran 0,5 X 0,1 cm di pelipis kiri dan juga di bagian leher terdapat luka berbentuk bulan sabit dengan ukuran 1 X 0.2 cm di leher kiri dan kanan.

Bahwa kedua perkara Tindak Pidana tersebut dapat ditutup demi hukum dan dihentikan penuntutan berdasarkan keadilan Restorative Justice oleh karena telah memenuhi  syarat untuk dilakukan Restorative Justice.

Adapun Syarat dilakukan Restorative Justice terhadap perkara atas nama tersangka berinisial AA  sebagai berikut :

1. Tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana.

2.Tindak pidana yang dilakukan tersangka diancam  pidana penjara tidak lebih dari 5 (lima) tahun. 

 3. Bahwa  tersangka dan korban telah melakukan perdamaian di hadapan Penuntut Umum yang dihadiri oleh perwakilan keluarga korban dan keluarga tersangka.

Restorative Justice dipimpin langsung Kajari Kepulauan Talaud  Bambang Supiyanto,SH,MH didampingi Kasipidum Meilani Motulo, SH dan jaksa lainnya. 

( Sumber Kejari Kepulauan Talaud) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar