Dua Tersangka Korupsi Lampu Jalan Tenaga Surya di Disperindag Talaud Dilimpahkan ke Kejati Sulut

KBRN, Talaud:  Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Dita Prawitaningsih, S.H, melalui Kasipenkum Kejati Sulut  Theodorus Rumampuk, SH mengungkapkan pada Rabu (22/9/2021), Tim Penuntut Umum pada Kejaksaan TinggiSulawesi Utara dan Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud telah menerima penyerahan tersangka JOP alias Oke dan tersangka TER alias Tommy beserta barang bukti (Tahap II) dari Penyidik Direskrimsus Polda Sulawesi Utara.

Adapun identitas kedua Tersangka adalah sebagai berikut:

Tersangka I

Nama: JOP alias Oke

Tempat Lahir: Jakarta

Umur/Tgl Lahir: 51 tahun / 06 Oktober 1969

Jenis Kelamin: Laki-laki

Kebangsaan/Kewarganegaraan : Indonesia

Agama: Kristen Protestan

Alamat: Kelurahan Ranomuut, Ling. VII, Kec. Paal Dua,Kota Manado

Pekerjaan: Wiraswasta

Pendidikan: S-1 Teknik Elektro

Tersangka II

Nama: TER alias Tommy

Tempat Lahir: Moronge

Umur/Tgl Lahir: 44 tahun / 20 April 1977

Jenis Kelamin: Laki-laki

Kebangsaan/Kewarganegaraan : Indonesia

Agama: Kristen Protestan

Alamat: Dusun II, Desa Tule, Kec. Melonguane Timur

Pekerjaan: PNS pada Sekretariat Daerah Kab. Kepl. Talaud

Pendidikan: D-3 (Diploma tiga jurusan Teknik Sipil)

Berdasarkan penyidikan, ditemukan bahwa tersangka JOP alias Oke dan tersangkaTER alias Tommy diduga secara bersama-sama melakukan Tindak Pidana Korupsi pada pengadaan barang dan jasa pekerjaan pengadaan lampu jalan tenaga surya padaDinas Perindustrian dan Perdagangan yang bersumber dari APBD Kepulauan Talaud T.A. 2017 dan T.A. 2018, yang dilakukan secara melawan hukum dan atau menyalahgunakan wewenang, memperkaya diri sendiri atau orang lain, sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara, dan atau setidak-tidaknya turut serta melakukan perbuatan pidana, sebagaimana dimaksud dalam sangkaan Pasal 2 ayat(1) dan atau Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-UndangNomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Akibat perbuatan kedua tersangka, berdasarkan perhitungan kerugian keuangan negara oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia  sesuai Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif Nomor : 04/LHP/XXI/03/2021 tanggal 31 Maret 2021, terdapat kerugian keuangan negara sejumlah Rp. 1.713.617.104,00 (satu milyar tujuh ratus tiga belas juta enam ratus tujuh belas ribu seratus empat rupiah).

Selanjutnya kedua tersangka ditahan oleh Penuntut Umum selama 20 (dua puluh)hari terhitung sejak tanggal 22 September 2021 s/d 11 Oktober 2021 di Rutan PoldaSulawesi Utara, berdasarkan Surat Perintah Penahanan yang ditandatangani olehKepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud Nomor : PRINT – 341/P.1.17/Ft.1/09/2021 tanggal 22 September 2021 dan Nomor : PRINT – 342 /P.1.17/Ft.1/09/2021 tanggal 22 September 2021.

Penyerahan kedua tersangka dan barang bukti (Tahap II) diterima oleh Tim Penuntut Umum diantaranya Andi Usama Harun, S.H., M.H., Sinrang, S.H., M.H., Pingkan Gerungan, S.H., M.H., dan Emnovry Pansariang, S.H. Kedua Tersangkadidampingi oleh Penasihat Hukum Alfianus A. Boham, S.H., bersama rekan-rekan.Manado, 22 September 2021

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar