Mane'e Siap Digelar 25 Mei 2022

KBRN Talaud : Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud memastikan  Festival Mane'e bakal digelar pada, Rabu (25/5/2022) di pulau Intata, desa Kakorotan Kecamatan Nanusa. 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Stevenheiner Maarisit kepada RRI, Jumat (20/5/2022) mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan untuk mengsukseskan ivent tahunan yang sudah mendunia tersebut. 

Festival menangkap ikan dengan janur kelapa yang telah melalui berbagai ritual ada ini juga dikabarkan akan dihadiri sejumlah tamu penting dari luar daerah termasuk  dari kementerian maupun pejabat lainnya. 

" Kita sudah merapatkan itu dengan tokoh tokoh masyarakat terkait acara dimaksud dan semua masyarakat sudah siap melaksanakan kegiatan Mane'e, " katanya

Dari Melonguane para tamu akan menuju lokasi Mane'e menggunakan speedboat yang telah disiapkan pemkab kepulauan Talaud.

 Dilansir dari Wikipedia diketahui Mane' e adalah tradisi masyarakat di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi tersebut dilakukan untuk memperingati puncak surut air laut ketika masa eha berakhir.

Eha sendiri merupakan periode pelarangan mengambil hasil laut dan darat yang berlangsung antara 3 hingga 6 bulan. Sanksi diarak berkeliling kampung dengan ikan-ikan yang digantung di badan akan diberlakukan bagi siapapun yang berani melanggarnya.

Lahirnya tradisi Mane’e dilatar belakangi oleh sebuah gempa besar dan gempa besar tersebut yang memicu Tsunami pada tahun 1628. Akibat bencana alam ini, pulau Kakorotaninduk terbelah menjadi tiga bagian, yaitu Pulau Kakorotan, Pulau Intata dan Pulau Malo. Hanya 8 warga yang selamat dari bencana dahsyat kala itu. Mereka merupakan cikal bakal empat suku yang kemudian mendiami Kepulauan Kakorotan-Intata, yakni Waleuala, Pondo, Melonca dan Parapa. Di masa kemalangan tersebut, datanglah kepada mereka dua orang asing.

Di luar perkiraan, mereka mengerak-gerakkan dedaunan ke dalam air. Gerakan ‘aneh’ ini ternyata mengundang banyak ikan untuk datang ke pantai. Didorong rasa takjub, lantas penduduk memohon kepada pendatang asing itu agar diajari cara menangkap ikan seperti itu. Tak sampai di sini, pendatang asing itu juga bersedia mewariskan alat penangkap ikan tersebut sebelum kembali berlayar. Sejak saat itulah tradisi Mane'e diyakini dimulai. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar