KOSN 2021, Dua Siswa SMP Katolik BHK Woloan Lolos ke Tingkat Nasional

KBRN, Tomohon: Perhelatan akbar ajang Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN) 2021 kini masuk babak final dengan menghasilkan finalis perwakilan masing-masing provinsi.

Di Sulawesi Utara (Sulut), ada Sekolah Menengah Pertama (SMP) Katolik Bunda Hati Kudus (BHK) Woloan Kota Tomohon yang mengutus dua muridnya untuk berkompetisi di KOSN tingkat nasional.

Ialah Christiani Maria Tamboto dan Jennifer Maria Ngala. Keduanya mengikuti cabang lomba pencak silat, kategori jurus tunggal putri.

Saat ditemui RRI Manado, Plt. Kepala Sekolah, Jeane D'arc Sewow, S.Pd., mengungkapkan bahwa anak-anak ini diberi latihan secara khusus saat pelaksanaan lomba. Bahkan, mereka dikarantina oleh pelatih untuk diberi latihan semaksimal mungkin, supaya betul-betul tampil yang terbaik.

"Kebetulan ada pelatih yang memang sudah bekerjasama dengan pihak sekolah. Karena pencak silat ini sudah termasuk dalam kegiatan ekstrakurikuler. Jadi setiap minggu pelatih memberikan latihan kepada anak-anak yang mengikuti latihan," ujar Sewow di ruang kerjanya, Senin (20/9/2021).

Ia pun mengakui, ini juga berkat dukungan dan kerjasama dari guru-guru dan orang tua murid. "Jadi peran orang tua dan guru sangat membantu untuk menyukseskan kegiatan ini," lanjutnya.

Sewow pula membeberkan metode sekolah dalam menjaga konsistensi untuk menghasilkan murid-murid berprestasi.

"Ketika anak-anak datang melamar untuk masuk di sekolah ini, kami membuat wawancara kepada calon siswa baru untuk sekolah mengetahui kemampuan siswa di bidang apa. Dari situ kami mengalokasikan waktu kepada anak-anak yang punya kompetensi untuk memberikan latihan, contohnya lewat kegiatan ekstrakurikuler," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, ia berharap kepada kedua murid yang mengikuti ajang KOSN, agar bisa lolos menjadi siswa yang berprestasi di tingkat nasional.

"Karena menjadi satu kebanggaan ketika anak-anak bisa lolos di tingkat nasional, otomatis membawa nama kota dan provinsi," katanya.

Menurutnya, kedua murid ini dapat menjadi motivasi untuk anak-anak lain terpicu dan berupaya sekuat kemampuan mereka untuk tetap mengikuti latihan-latihan yang ada. "Apalagi kegiatan ini menjadi satu kegiatan yang sudah menjadi rutinitas dan prioritas sekolah," sambungnya.

Dirinya menambahkan, sekiranya pemerintah dapat memberikan topangan kepada anak-anak yang mengikuti lomba ini.

"Paling tidak anak-anak ini diakomodir, supaya betul-betul setelah mereka melanjutkan pendidikan apalagi selesai mencari pekerjaan, ini menjadi modal mereka," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00