Dua Penjual Obat Terlarang Diringkus Satresnarkoba di Beo

KBRN, Talaud : Upaya pemberantasan Narkotika dan Obat Obatan Terlarang diwilayah Kabupaten Kepulauan Talaud Terus digencarkan Polres Kepulauan Talaud dibawah Kepemimpinan Kapolres AKBP Alam Kusuma S Irawan, SH, SIK, MH, Rabu, (3/3/202),siang.

Sebagaimana Terpantau, Satuan Reserse Narkoba Polres Kepulauan Talaud dibawah Pimpinan Iptu Derry Eko Setiawan,SIK berhasil meringkus dan mengamankan 2 Orang Pelaku penjualan Obat - Obatan yang dilarang dijual secara bebas tanpa keaklihan dan kewenangan mengadakan,mengedarkan sediaan farmasi berupa obat keras jenis TRIHEXYPHENIDYL warna kuning. 

Kedua pelaku yang dibekuk serta diamankan  yakni Lelaki Berinisial AAS  (25) dan lelaki AM  (30) bersama barang bukti tepatnya   di komplex pasar Beo telah di amankan oleh tim satuan reserse di kelurahan beo kecamatan Beo Kabupaten Kepulauan  Talaud.

Kasat Reserse Narkoba Iptu Derry Eko Setiawan,SIK mengatakan bahwa Setelah di lakukan pemeriksaan oleh tim di lapangan terhadap pelaku , Pihaknya berhasil  mendapati barang bukti berupa obat penenang jenis TRIHEXYPHENIDYL satu kantong plastik ukuran kecil berisikan 10 butir, uang 100.000 pecahan 50.000, dua buah HP milik Pelaku.

" Dari pemeriksaan dan Pengembangan oleh tim di lapangan terhadap pelaku , Kami berhasil  mendapati barang bukti berupa sejumlah obat penenang jenis TRIHEXYPHENIDYL sebanyak satu kantong plastik ukuran kecil berisikan 10 butir, uang 100.000 pecahan 50.000, dua buah HP milik Pelaku, dari Pengembangan bahwa Barang tersebut didapatkan / dikirim dari wilayah Makasar, " terang Kasat Reserse Narkoba Iptu Derry E Setiawan.

Saat ini kedua Pelaku telah ditingkatkan statusnya menjadi tersangka dan telah di amankan di Mapolres Kepulauan Talaud bersama barang Bukti dan nantinya akan di jerat dengan Pasal 197 subsider pasal 196 Undang2 RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. 

" Keduanya akan di jerat dengan Pasal 197 subsider pasal 196 Undang2 RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan yang berbunyi Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000 , "tandasnya

Sementara itu, Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Alam Kusuma S Irawan, SH.SIK.MH saat dikonfirmasi dengan tegas akan menindak segala bentuk peredaran Narkotika dan Obat Obatan terlarang diwilayah Talaud dan Tetap menghimbau masyarakat untuk tidak menggunakan atau mengedarkan dan jika menemukan agar segera melaporkan ke satuan  Reskrim Narkoba apabila ada info terkait peredaran obat dan narkoba di wilayah kabupaten talaud.

" Tindakan tegas akan dilakukan terhadap  peredaran Narkotika dan Obat Obatan terlarang diwilayah Talaud dan untuk itu kami menghimbau masyarakat untuk tidak menggunakan atau mengedarkan serta menyalahgunakannya,  jika menemukan dan mendapatkan  info terkait peredaran obat dan narkoba di wilayah kabupaten talaud segera  melaporkan ke satuan  Reskrim Narkoba untuk ditindaklanjutnya, "tegas Kapolres Talaud 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00