Aksi Damai Pedagang Pasar Baru Melonguane Dijaga Aparat Gabungan

KBRN, Talaud : Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Alam Kusuma S Irawan,SH, SIK, MH bersama  Kabag Ops  Kompol Dikson Malensang, Para PJU Polres dan Kapolsek Melonguane Ipda Dedy Matahari dan puluhan  personil (TNI, Polri, Sat Pol PP) menggelar Pengamanan Aksi Damai  digelar oleh Keluarga Besar Komunitas Pasar Baru Melonguane bertempat di Halaman Kantor Bupati Kepulauan Talaud, Jumat ( 16/10/2020)pagi.

Aksi Damai yang dipimpin oleh Kordinator Lapangan (Korlap)  Melki Agus Aloo bersama kurang lebih 20 Pedagang Pasar Baru Melonguane menggunakan  sepeda motor ( R2)  sebanyak 2 unit dan Kendaraan roda empar ( R4) sebanyak 1 unit yang memuat pengeras suara TOA serta membawa Alat Peraga bertuliskan ;

- Anggota DPRD Kab.Talaud Pe Janji kase waktu satu / dua hari paling lambat tanggal 10 Agustus 2020Mana Janjimu DPRD.!!!

- Bapak Bupati Pe Janji kase waktu satu Minggu klo nyanda dapa pindah pasar datang ulang !!!Mana Janjimu...!!!

- Bapak wakil Bupati pe JanjiJangan Bilang moktar Arunde Parapaga kalo nyanda dapa pondah pasar LamaMana Janjimu..!!!

Pukul 08.00 wita Peserta aksi damai tiba di tempat sasaran aksi Kantor Bupati Kepulauan Talaud, diterima oleh  Kapolres Kepulauan Talaud AKBP  Alam Kusuma S. Irawan, SH, S.I.K, MH ALAM  yang pada  kesempatan tersebut memberikan arahan agar semua peserta aksi untuk tertib, tidak melakukan aksi anarkis  dan menjaga kamtibmas yang ada dikota Melonguane ini.

" Semua peserta aksi agar memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid 19 dan Dalam penyampaian aspirasi ke Pemerintah Daerah jika terpenuhi sesegera mungkin membubarkan," ujar Kapolres.

Pada pukul 08.15 wita, dalam orasinya Korlap Aksi  Melky Aloo mengatakan maksud kedatangan mereka adalah untuk  mengadu kepada Pemerintah Daerah untuk merelokasi pedagang  Pasar lama  ke Pasar Arelo.

" Dimana pasar Alelo adalah fasilitas pedagang  yang disediakan Pemerintah Daerah.  Bahwa permasalahan ini sudah kurang lebih 2 tahun sejak Wakil Bupati Petrus Simon Tuange namun sampai saat ini belum terselesaikan . Kami sudah menempuh negoisasi bertemu langsung dengan Bupati dan Wakil Bupati,  dr. Elly Lasut, ME dan Moktar Arunde Parapaga serta pihak DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud cuma habis dijanji," ucap Aloo

Lanjut katanya, dengan adanya pasar bayangan dipusat Kota Melonguane pendapatan pedagang pasar Alelo menurun, barang jualan tidak laku dan rusak sedangkan modal usaha didapatkan  dari pinjaman Bank dan Koperasi simpan pinjam.

" Sehingga banyak pedagang yang gulung tikar. Perlu pemerintah daerah ketahui bahwa kami merupakan penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) sedangkan dipasar pusat kota Melonguane tidak masuk PAD retribusi hanya masuk kantong pemilik tanah . Ada apa? pemerintah takut untuk merelokasi pasar apakah takut keluarga itu apakah ada hal lain," keluhnya 

Oleh karenanya, para pedagang ini  meminta pemerintah daerah untuk secepatnya merelokasi pedagang yang ada dipasar bayangan dipusat kota Melonguane.

"  Tidak butuh janji-janji palsu lagi kalau tuntutan kami tidak dipenuhi kami akan segera mungkin berjualan di area pantai SWM di Kompleks pusat kota Melonguane," tambahnya

Mewakili pemerintah daerah, sekira Pukul 08. 25 wita aksi unras diterima Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Sekda Daud Malensang . 

"  Atas nama bapak bupati dan wakil bupati kepulauan Talaud mengucapkan penghargaan yang tinggi dan tulus bahwa disaat pandemi Covid 19 bapak/ibu sebagai pelaku pasar masih berkesempatan memperbaiki ekonomi dengan melakukan aksi menyampaikan pendapat kepada kami dengan aksi unras damai ini.  Bahwa setahu kami pemerintah, tidak ada pasar lain/pasar bayangan yang ada di Melonguane cuma 1 pasar yakni pasar Alelo Melonguane dan Kami pemerintah tidak diam, tidak tidur dan tidak membiarkan masyarakatnya namun kami selalu bekerja untuk kesejahteraan masyarakat,  beri kami waktu untuk merelokasi pedagang yang ada dipasar lama di pusat kota dalam waktu 1 minggu ," tandas Malensang 

Sekira Pukul 08.30 wita terjadi kesepakatan antara Peserta aksi dan Pemerintah daerah  untuk merelokasi pasar yang ada dipusat Kota terhitung 1 minggu dari hari ini  yakni Jumat tanggal 23 Oktober 2020 yang didukung oleh surat pernyataan yang ditanda tangani oleh Korlap Aksi dan Asisten Tata pemerintahan dan Kesra Sekda mewakili pemkab Talaud.

Pada pukul 08.30 wita peserta aksi kembali ke titik kumpul di Pasar Alelo Melonguane dan membubarkan diri, situasi aman dan terkendali. ( RT ).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00