Coba Melarikan Diri ke Jakarta, Dua Tersangka Korupsi Berhasil Diringkus Kejari Talaud

KBRN, Talaud :  Mencoba melarikan diri ke luar daerah lewat jalur penerbangan Pesawat Lion Air rute Manado - Jakarta, Minggu ( 8/12/2019). Dua tersangka kasus korupsi  proyek pengadaan lampu hias di Kabupaten Kepulauan Talaud untuk  tahun anggaran 2014 berhasil diringkus petugas Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud  bekerjasama dengan aparat Kepolisian di Bandara Samratulangi Manado.

Penangkapan terhadap  ke dua tersangka masing - masing RL alias Riko dan YS alias Yoshendriko  yang diketahui sebagai kontraktor proyek pengadaan lampu hias ini dilakukan setelah petugas dari Kejari Kepulauan Talaud melakukan pengintaian selama beberapa hari.

" Kedua tersangka tak berkutik saat ditangkap. Mereka berencana akan melarikan diri ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Lion Air. Namun  berhasil dicekal oleh petugas Kejaksaan yang dibantu pihak Kepolisian Bandara Samratulangi. Sejumlah barang milik ke dua tersangka  dan beberapa tiket serta Kartu Tanda Penduduk  palsu yang sengaja digunakan untuk mengelabui petugas bandara berhasil diamankan," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud Agustiawan Umar, S.H, M.H.

Lanjut kata Kajari, usai diperiksa secara intensif, kedua tersangka langsung diterbangkan menuju Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud dengan pesawat Wings Air ATR - 72 untuk diproses lebih lanjut.

" Kasus dugaan korupsi pengadaan lampu hias untuk tahun anggaran 2014 dengan total anggaran  1, 4 Miliar Rupiah ini telah ditangani Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud sejak Oktober tahun 2018. Dan saat ini baru di tetapkan dua tersangka. Diduga masih ada tersangka lain yang masih sementara dalam pengembangan kami pihak Kejaksaan," ungkap Agustiawan

Kedua tersangka saat ini telah dititipkan penahanannya di Lembaga Pemasyarakatan ( Lapas ) Kelas III Lirung.

Menurut Kajari, kerja keras dari Tim Penyidik Kejari  Kepulauan Talaud adalah moment dalam memperingati Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI)  tanggal 9 Desember 2019.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00