50 KK di Tarun dan 10 KK di Tarun Selatan Terdampak Banjir

KBRN, Talaud :  Polsek Melonguane dipimpin Kapolsek Ipda Glenn C.Damar, Senin (8/8/2022) melakukan patroli, pengamanan dan  pemantauan luapan air Sungai di Desa Tarun dan Tarun Selatan yang menyebabkan Rumah Warga Terendam Air.Turut Hadir dalam giat tersebut, Camat Melonguane Bonifasius Wangkanusa dan Kades Tarun Elisabet Maarende bersama sejumlah personil Polsek Melonguane. 

Dalam kegiatan tersebut Forkopimca Kecamatan Melonguane bersama Personil Polsek Melonguane melaksanakan sambang terhadap masyarakat yang tinggal di bantaran sungai Desa Tarun dan Tarun Selatan, mengecek kondisi dan keberadaan masyarakat serta kondisi genangan air sambil melakukan edukasi dan himbauan agar berhati-hati dan memperhatikan kondisi cuaca, dan sebisa mungkin untuk dapat mengamankan diri ke tempat keluarga terdekat yang aman untuk sementara waktu dari luapan air sungai.

Penyebab luapan air terjadi ke rumah penduduk sekitar bantaran sungai disebabkan karena curah hujan yang tinggi sejak pukul 02.00 wita (dini hari ) dan kiriman air dari sungai Desa Ambela serta tidak tersedianya tanggul penahan air pada bantaran sungai untuk mengantisipasi ketika curah hujan tinggi serta meningkat.

Berdasarkan keterangan Kepala Desa  Elizabeth Maarende, tinggi luapan air dari sungai yang menggenangi rumah warga kurang lebih 30 cm. 

"Dan saat ini luapan air sudah surut dan masyarakat kembali beraktifitas normal. Sambil tetap di himbau kepada masyarakat untuk tetap waspada jika curah hujan tinggi agar dapat memperhatikan keselamatan warga masing-masing dan dapat menginformasikan setiap kejadian kepada Pemerintah pada kesempatan pertama untuk di tindak lanjuti," ujar  Maarende

Kapolsek Melonguane menyebutkan sebanyak 50 Kepala Keluarga ( KK) di Desa Tarun dan 10 Kepala Keluarga ( KK ) di Desa tarun Selatan Terdampak  luapan Banjir.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar