Kades Batu Penga Dilaporkan ke Polres Talaud, Ada apa ?

KBRN, Talaud  : Jakob Tinenta (56 tahun), salah satu warga asal desa Rainis Batu Benga Kecamatan Rainis Kabupaten Kepulauan Talaud melaporkan SD alias Samirna  terkait permasalahan pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa ( Bumdes ) kepada Polres Kepulauan Talaud, Kamis (23/6/2022) pagi.

 Foto : Depot Air Minum yang dipermasalahkan

Laporan yang ditujukan kepada Kapolres Kepulauan Talaud tersebut telah resmi diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu ( SPKT ).  Jakob mengungkapkan, kepala desa dilaporkan karena tidak menjalankan kesepakatan musyawarah desa tanggal 27 September tahun 2021 tentang  Perencanaan Program tahun 2022 . 

Pemanfaatan dana Bumdes senilai kurang lebih Rp. 98  juta yang diperuntukan untuk membangun Depot Air Minum Isi ulang tidak dibangun di lokasi yang telah disepakati bersama tetapi dibangun di halaman rumah pribadi kepala desa. Dalam rapat yang digelar di BPU Desa Batupenga dan dihadiri Ketua BPD Mawar Maatiri dan unsur BPBD lainnya bersama 43 delegasi masyarakat setempat disepakati pembangunan depot berlokasi di samping kiri kantor desa. 

" Dengan ini saya memohon bantuan bapak selaku kapolres kepulauan talaud untuk laporan pengaduan saya tentang dana desa bumdes desa batu penga milik masyarakat dimana sebelumnya sudah ada kesepakatan bersama sebagai mana dimaksud dalam berita acara musyawarah desa perencanaan program tahun 2022 tanggal 27 september 2021 bertempat digedung BPU Desa Batu Penga dimana terdapat tanda tangan pimpinan musyawarah (ketua BPD) rainis batu penga ibu Mawar Maatiri, sekertaris BPD ibu Flora Majampoh dan daftar hadir masyarakat 43 orang bersepakat untuk dibangun bangunan depot air disamping kiri kantor desa rainis batu penga sekaligus kades cepat mengesahkan pengurus bumdes batu penga sebelum melaksanakan kegiatan bumdes tetapi oleh kepala desa dalam realisasinya telah di bangun dilahan miliknya sendiri yang bersertifikat atas nama kepala desa . Sehingga saya memohon bantuan untuk membantu dalam proses hal dimaksud," ujar Tinenta mengutip isi laporan

Warga Saat Melapor di Polres Talaud

Saat dikonfirmasi, Jumat (24/6/2022) Ketua BPD Rainis Batu Penga mengatakan telah mengetahui laporan tersebut dan setuju permasalahan yang terjadi dilaporkan kepada aparat berwajib. 

" Kita telah dua kali rapat. Karena dari hasil musyawarah posisi pembangunan depot bukan di lahan Ibu Kades. Jadi kita rapat ulang 5 BPD bersama kepala desa kalo boleh ketika mendirikan itu harus ada akta notaris, hibah dan lain lain tetapi belum ada sampai saat ini. Kemudian pertanggungjawaban pembuatan bangunan depot belum dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Kami sudah tuntut tapi Ibu Kades nda mau mo bekeng," ujar Ketua BPD

Di tempat terpisah, kepada wartawan saat dihubungi via ponsel Kades Rainis Batu Penga  mengakui memang Depot yang sekarang dibangun tidak sesuai kesepakatan rapat. Namun demikian ada berbagai pertimbangan sehingga lokasi pembangunan di pindahkan ke lahan pribadi yang akan dihibahkan.  Dia juga membantah pembangunan depot air minum di lokasi yang sekarang tidak disetujui semua warga.

 " Itu Bumdes awalnya torang sepakat lokasinya ada di kantor desa. Kebetulan tukang bor bapak Majuntuh da bilang ibu kades nda strategis di lokasi ini, lebe bae dibekeng disamping rumah kades karena lebih bersih," ungkapnya

Pertimbangan ini selanjutnya dikoordinasikan dengan BPD setempat. Dikatakan, BPD  sudah setuju asalkan ada surat hibah dari keluarga untuk memberikan lahan pembuatan depot.

 " Surat hibahnya ada dan nanti saya antar hari senin ( hari ini - red ) ke Polres Kepulauan Talaud. Memang apa yang dilakukan tidak sesuai kesepakatan, tetapi berdasarkan kajian dan verivikasi tukang bor, lokasi yang sebelumnya tidak strategis, air tidak terlalu baik karena dekat pantai dan dekat MCK," tambahnya

Diketahui, pembangunan Depot Air Minum bersumber dari Dana Desa . 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar