Tulis Status WA Bermuatan Ujaran Kebencian, pemuda Kiama diciduk Tim Resmob

KBRN,Talaud : Seorang pemuda asal desa Kiama Induk Kecamatan Melonguane diamankan Satuan Reserse Mobile ( Resmob) Polres Kepulauan Talaud gara-gara pasang status WhatsApp ( WA) yang diduga bermuatan Hate Speech atau ujaran kebencian. 

Pelaku berinisial SM (18) alias Samuel alias Opa tersebut secara sengaja membuat postingan status WhatsApp bernada ujaran kebencian yaitu menuliskan " Kalo dapa lia orng mlong ada di kiama iko bunu pendo le dng drang😡"

Sontak, postingan status WhatsApp dari pelaku dalam bentuk screenshot atau tangkapan layar Handphone tersebar di sejumlah media sosial hingga ramai menjadi perbincangan warganet di Talaud

Jadi efek akibat screenshot berisi postingan status WhatsApp yang telah tersebar di media sosial itu begitu meresahkan warga sehingga personil Satuan Reskrim Polres Kepulauan Talaud pun turun tangan dan akhirnya berhasil mengamankan pelakunya

Sementara itu, Kapolres Kepulauan Talaud melalui Kasat Reskrim IPTU I Gusti Made Andre, S.Tr.K. saat mendapat laporan masyarakat melalui WhatsApp dan menindklanjuti dengan memerintahkan Team Resmob Pada hari Sabtu tanggal 21 Mei 2022, sekitar pukul 18.00 WITA untuk menjemput pelaku di kediamannya di Desa Kiama Induk, dan selanjutnya pelaku diamankan di ruang Reskrim Polres kepulauan Talaud untuk menjalani Proses pemeriksaan oleh tim Penyidik Sat Reskrim Polres Kepulauan Talaud

Proses pemeriksaan dilakukan oleh Kanit 2 Sat Reskrim IPDA Yerry Tumundo , S.Sos  melakukan pembinaan kepada pelaku dan membuat surat pernyataan yang berisikan  bahwa pelaku meminta maaf dan berjanji tidak akan melakukan perbuatan seperti itu lagi, atau hal- hal lain yang bisa meresahkan dan menggegerkan masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud

Dari hasil pemeriksaan diketahui motif pemuda ini membuat status tersebut dikarenakan merasa emosi saat pertandingan sepakbola antara Pemuda Desa Kiama dan Pemuda  Melonguane yang dimenangkan oleh team Pemuda Desa Melonguane, dimana setelah pertandingan sempat terjadi teriakan-teriakan saling mengejek antara pemuda dari desa Kiama dan Melonguane

Kasat reskrim menyebut pelaku telah mengakui perbuatannya dan meminta maaf dihadapan penyidik didampingi salah satu Perangkat Desa Kiama yaitu Kaur Perencanaan Jhon Pieter Malensang.“Dia menyesal dan  bersedia untuk tidak akan mengulangi lagi perbuatannya yang bisa memicu keresahan di masyarakat," terang Kasat Reskrim

Apalagi, perbuatan pelaku mengarah pidana yang disangkakan Pasal 28 ayat (1) Junto pasal 45 ayat (1) UU RI No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Pelaku telah minta maaf yang didokumentasikan berupa video permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Desa Melonguane dan membuat surat pernyataan tidak akan lagi mengulangi perbuatannya serta yang bersangkutan melaksanakan wajib lapor di Sat Reskrim setiap hari selasa dan kamis,”  tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar