Didominasi ASN, PN Melonguane Putus 163 Perkara Perceraian

KBRN,Talaud : Pengadilan Negeri (PN) Melonguane mencatat  sebanyak 163 dari total Perkara Perdata Gugatan Perceraian yang diputuskan di Pengadilan Negeri Melonguane pada Empat Tahun sejak Pengadilan Negeri Melonguane berada di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Angka perceraian mengalami peningkatan selama PN Melonguane berdiri.

Pada 2018 ada 4 putusan, 2019 ada 46 putusan, pada 2020 ada 58 putusan, dan pada 2021 ada 55 putusan cerai yang tercatat.

“Perkara Perdata gugatan perceraian selama 4 Tahun terahir sudah di putus seluruhnya. Untuk di Tahun ini, juga sudah ada beberapa putusan sidang cerai. masih ada perkara perceraian yang masih jalan di Pengadilan Negeri Melonguane,” ungkap Humas PN Melonguane Andi Ramdhan Adi Saputra, S.H., M.H, Selasa (25/01/2022).

Andi yang diketahui juga sebagai salah satu hakim di Hakim di  Pengadilan Negeri Melonguane itu juga menjelaskan, sebagian besar gugatan perceraianyang masuk di PN Melonguane berlatar belakang Perselingkuhan dan terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

"Itu merupakan faktor utama di Kabupaten Talaud penyebab banyaknya kasus Perceraian," ungkapnya.

Tingginya angka kasus perceraian di Kabupaten Kepulauan Talaud mendapat perhatian khusus dari Bupati dr. Elly Engelbert Lasut ME.

Karena berdasar data dan laporan dari Pengadilan Negeri Melonguane, ternyata tinginya kasus perceraian di Talaud didominasi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengajukan gugatan dan sudah diputuskan.

Sementara pada Tahun 2022  berjalan ini sudah ada 5 putusan cerai hngga hari ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar