PLTD Miangas Rusak, Nelayan Mengeluh

KBRN,Manado: Nelayan di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud mengeluhkan listrik yang padam lebih dari satu bulan. Sujonos, salah seorang nelayan mengatakan listrik dibutuhkan nelayan untuk mengawetkan hasil tangkapan.

“Kami nelayan tiap hari melaut,untuk menangkap ikan dan hasil tangkapan lainnya kalau tidak habis dijual hari ini, biasanya kami simpan di freezer,” ungkap Sujonos kepada RRI Minggu (9/5/2021).

Dilanjutkannya, dengan tidak adanya listrik maka otomatis freezer tidak bisa digunakan.

“Dengan adanya pemadaman atau pengurangan jam operasi PLN kami jadi tidak bisa menyimpan ikan di freezer kami, ikan jadi cepat rusak,” lanjutnya.

Nelayan terpaksa mengolah ikan yang tidak laku menjadi ikan asin . Sujonos berharap agar mesin pembangki listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) segera di perbaiki karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat di Pulau Miangas.

Kerusakan pada mesin di PLTD Miangas

Koordinator PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Miangas, Junaldi Mahadur mengatakan pemadaman terjadi akibat adanya gangguan pada mesin yang ada di PLN Miangas sejak bulan April 2021 sampai saat ini.

“Terjadi gangguan pada mesin sejak bulan April, sehingga dilakukan pengurangan jam operasi atau jam nyala untuk seluruh pelanggan di desa Miangas,” Ujar Mahadur (9/5/2021).

Mahadur menambahkan bahwa usaha perbaikan sudah diusulkan ke PLN Lirung dan Unit Pelaksanan Pelayanan Pelanggan (UP3) Tahuna untuk sesegera mungkin di perbaiki.

Kapasitas dari PLN Miangas sebenarnya melebihi dari kebutuhan masyarakat di pulau Miangas. Namun saat ini hanya satu unit mesin yang beroperasi dan sudah tidak bisa memenuhi beban kebutuhan pelanggan dikarenakan kebocoran radiator pada mesin lainnya.

“Tim perbaikkan seharusnya tiba hari ini, namun dikarenakan kapal yang ditumpangi sudah berlayar sehingga para tim tertinggal di pelabuhan Tahuna ,” jelas Mahadur. (Bayu Nurlete)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00