Peduli Anak Yatim Piatu di Resduk, Lanal Melonguane bagikan sejumlah bingkisan

KBRN, Talaud : Masih dalam situasi bulan suci Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 H, guna pembinaan mental spiritual bagi prajuritnya serta Jalasenastri yang beragama Islam, Komandan Lanal Melonguane mengajak seluruh perwira staf dan perwakilan Jalasenastri di jajaran Lanal Melonguane untuk mengunjungi anak-anak yatim piatu yang berada di Desa Resduk Kecamatan Beo Kabupaten Kepulauan Talaud, Kamis (6/5/2021) 

Rombongan Lanal Melonguane tersebut menempuh jarak ± 40 km dari Mako Lanal dengan waktu ditempuh selama 1 jam dengan kendaraan roda empat. 

Kunjungan tanpa kegiatan protokoler tersebut dilaksanakan secara sederhana. Setelah selesai melaksanakan ibadah sholat Ashar berjamaah, dilanjutkan dengan pemberian bingkisan kepada para anak-anak yatim dan kurang mampu tersebut.

Anak-anak yang masih usia sekolah (TK, SD dan SMP) tersebut menerima bingkisan sederhana berupa tas yang berisikan perlengkapan sekolah, masker hand sanitizer serta sedikit sangu untuk mereka berbuka puasa dan merayakan hari raya. Selain itu sedikit infaq juga diberikan kepada pengurus Masjid Nur Salam guna membantu perawatan tempat ibadah tersebut.

Letkol Marinir Adi Sucipto,S.T., M.Tr.Hanla selaku Danlanal Melonguane, Ny. Lentina Adi Sucipto selaku Ketua Cabang 7 Korcab VIII DJA II Jalasenastri beserta seluruh perwira staf dan Jalasenastri yang turut serta dalam kunjungan tersebut secara bergilir memberikan bantuan kepada masing-masing anak. Kegiatan yang berlangsung secara sederhana dan tanpa protokoler tersebut berlangsung dengan lancar serta menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Berkaitan dengan kegiatan tersebut, Danlanal Melonguane menyatakan bahwa kegiatan tersebut dilakukan bukan hanya untuk sedikit meringankan beban dari anak yatim dan kurang mampu, namun juga memberikan pelajaran dan hikmah bagi seluruh jajarannya termasuk untuk Danlanal sendiri. 

" Selama wabah Covid-19 ini mungkin kita mengalami kesulitan atau kendala, perekonomian yang turun, terbatasnya ruang gerak atau mobilitas, tidak bisa bertemu keluarga dan sanak saudara karena larangan mudik, namun apa yang kita rasakan itu sesungguhnya belum ada apa-apanya bagi anak-anak yatim dan keluarga tidak mampumampu," tutur Danlanal Melonguane

" Sejak tidak ada Covid-19 pun mereka sudah mengalami kesulitan dan bahkan tidak bisa lagi bertemu dengan orang tua mereka karena sudah meninggal di saat mereka masih anak-anak yang masih sangat bergantung kepada orang tua. Dengan melihat kondisi mereka, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur kepada Sang Pencipta, walaupun dalam kondisi wabah Covid-19 seperti ini," ujar Pamen Korps Marinir ini mengakhiri pernyataannya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00