Program Selamatkan Yaki Sulut Fasilitasi Satwa Endemik "Momo" Di Lepasliarkan

KBRN, Minahasa- Satwa Endemik Sulut yang terancam punah yakni Yaki atau dikenal warga sulut dengan sebutan Monyet, terus mendapat perhatian serius dari sejumlah kalangan diantaranya Program Selamatkan Yaki Sulut.

Salah satu bukti keseriusan melestarikan Yaki ke alam liarnya, saat Yunita Siwi selaku Program Supervisor dari Selamatkan Yaki, melakukan mediasi dengan pemilik salah satu lokasi destinasi di Remboken yang terpantau memelihara Satwa yang makin punah ini.

Selamatkan Yakipun memberikan edukasi dan pemahaman kepada pemilik Yaki tersebut yang di beri nama "MoMo" dan menjelaskan mengapa Yaki tidak bisa di pelihara.

" Beberapa bulan lalu kami berkunjung di lokasi destinasi Remboken dan melihat adanya Satwa ini. Kami langsung melakukan pendekatan dan menjelaskan tentang kenapa Yaki tidak bisa dipelihara. Yaki perlu teman dan harus bereproduksi mengembangkan keturunan, dan pentingnya yaki dalam ekosistem, dimana yaki menjadi petani ulung di hutan dalam menyebarkan bibit pohon untuk menjaga keseimbangan.," Ungkap Siwi.

Akhirnya Yaki Bernama MoMo ini diserahkan ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki.

" Saya merelakan MoMo untuk diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara (BKSDA Sulut). Momo adalah yaki betina muda yang sudah kurang lebih satu tahun saya pelihara. Sebenarnya, saya lebih memilih Momo tinggal dengan saya daripada dia diburu atau dimakan orang di luar sana. Tapi, karena sadar bahwa saat ini dilindungi, maka saya merelakan Momo,” Sebut Caeressa Andre Tirayoh, pengusaha Sukses asal Romboken.

Momo diserahkan kepada Tim BKSDA Sulut dalam keadaan sehat dan sebelum Momo dilepasliarkan, Momo harus menjalani rehabilitasi di PPS Tasikoki.

Program Selamatkan Yaki mengapresiasi Ressa dan mengangkat Ressa menjadi Yaki Ambassador Minahasa, karena dinilai tindakannya menyerahkan Momo bisa menjadi role model baru bagi pemuda Minahasa yang sadar akan kekayaan alam Sulut dan populasinya yang semakin menurun.

(Day)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar