SMP Negeri 4 Tondano Gelar PTMT, Pakasi Bangun Sinergitas dengan Sejumlah Pihak

KBRN, Tondano: Dalam rangka menyukseskan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Kabupaten Minahasa, khsusnya di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Tondano, Ricky Pakasi, S.Pd., MAP., selaku kepala sekolah tersebut membangun sinergitas dengan sejumlah pihak.

Hal ini dikatakannya, bertujuan agar apa yang direncanakan dan diprogramkan oleh pihak sekolah, boleh berjalan dengan baik.

"Untuk melaksanakan PTMT ini, semua hal harus dipersiapkan. Baik guru-gurunya, muridnya, orang tua murid, mekanisme kegiatan pembelajaran itu sendiri, sampai pada sarana prasarananya. Itu benar-benar harus terkoordinasi dengan baik," ungkapnya.

Seperti diketahui, pelaksanaan PTMT di SMP Negeri 4 Tondano, sudah dipantau langsung oleh sejumlah pihak, diantaranya Plt Asisten 1 Kabupaten Minahasa, Plh Kepala Dinas Pendidikan, Camat, Lurah, Puskesmas, TNI/Polri, hingga Komite Sekolah yang merupakan representasi dari orang tua murid.

"Kami lakukan ini supaya kegiatan ini diketahui dan didukung," ucap Pakasi kepada RRI Manado, Selasa (2/11/2021).

Ia pula berharap, agar semua instansi terkait bisa saling berkoordinasi, agar PTMT bisa sukses dilaksanakan.

"Sebagai pimpinan, saya berharap agar guru-guru tetap menjaga prokes, karena itu kuncinya. Termasuk juga harapan kami agar masyarakat dalam hal ini juga orang tua dapat mendukung. Agar semua apa yang kami rencanakan dan programkan, itu berjalan dengan baik sesuai dengan harapan kita semua. Karena jujur saja, anak-anak kan sudah rindu datang sekolah, ingin berhubungan sosial dengan sesama teman dan gurunya," terangnya.

Ditambahkannya, salah satu hal yang terpenting juga adalah adanya surat pernyataan dari orang tua, bahwa mereka setuju anaknya belajar tatap muka di sekolah. 

"Karena kalau mereka tidak setuju, anak-anak mereka tetap dilayani secara daring. Tapi kalau mereka setuju, harus membuat pernyataan. Dan itu yang harus dipegang oleh sekolah. Jadi itu juga salah satu hal yang sangat penting, selain aturan-aturan yang memang harus dipenuhi oleh sekolah agar meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Pakasi juga memastikan, untuk guru-guru yang mengajar di sekolah tersebut semuanya sudah divaksin.

"Guru-guru semua sudah divaksin. Untuk siswa memang sebagian besar sudah divaksin dan lainnya kami masih mendorong orang tua agar anak-anak yang sudah bisa divaksin itu mereka bisa diarahkan ke Puskesmas terdekat atau tempat-tempat yang mengadakan vaksinasi," ungkapnya.

Bahkan, ia juga mengimbau agar para orang tua murid yang belum divaksin untuk segera melakukannya. Karena menurut Pakasi, apa artinya anak-anak divaksin, kalau orang tua tidak divaksin.

"Jadi kami juga lewat arahan pemerintah, lewat rapat koordinasi sekolah mengimbau agar wali-wali kelas dapat mendorong dan memotivasi orang tua untuk dapat divaksin. Memastikan vaksin ini untuk kesehatan dan keamanan mereka," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar