UPTD Air Minum Berupaya Selesaikan ' Polemik Air Bersih di Malalayang Satu Timur '

KBRN, Manado : Krisis air bersih melanda warga masyarakat Malalayang I Timur, terutama yang mendiami Perumahan Puri Indah Permai II, Taman Asri, Air Terang, Tanah Putih dan Tanah Rata sebagai imbas dari penutupan Intake di IPA Pineleng oleh pemilik lahan.

Saat dikonfirmasi RRI, Kepala  UPTD Air Minum  Dinas PU Pemprov Sulut Jemmy Poluan melalui KTU Maxi Lengkong membenarkan hal tersebut.

Terkait pembayaran lahan, menurutnya pencairan dana harus sesuai regulasi dan berproses. Tetapi pihaknya  berupaya menyelesaikan  permasalahan ini.

" Memang  beberapa waktu lalu sempat terjadi masalah miss komunikasi antara kami ( UPTD Air Minum - red ) dengan pemilik lahan. Memang ada perjanjian yang disampaikan pemilik lahan, tetapi semalam bersama pemerintah setempat, permasalahan tersebut sudah dirembukkan. Besok juga ( Jumat - red ) pimpinan kami akan berjumpa dengan pemilik lahan," ujar Lengkong, Kamis (19/11/2020) di ruang kerjanya.

Diketahui,  pemilik lahan memang  memberikan waktu seminggu untuk penyelesaian pembayaran.

"  Saat ini intake telah dibuka, dan menurut petugas disana, air sudah dialirkan. Mulai hari ini kami berupaya air bisa kembali mengalir dan terdistribusi ke masyarakat," tandasnya

Sementara itu,  mewakili warga lainnya, Sam  Tatoha salah seorang warga Perum Puri Indah Permai  II berharap agar krisis air dapat segera teratasi. Namun disisi lain ia meminta Pemprov Sulut dapat mangalihkan pengelolaan IPA Pineleng dan instalasi air lainnya kepada PDAM karena dinilai lebih profesional dan berkompeten.

"  Semoga lebih baik dari yang lalu - lalu. Air merupakan kebutuhan hidup manusia. Permasalahan air bukan baru kali ini terjadi, tetapi sudah lama. Kalo bisa pemerintah lewat Dinas PU sebaiknya mengalihkan pengeloaan air ini kepada PDAM saja, demi hajat hidup orang banyak," harapnya

Meski begitu dirinya mengapresiasi upaya dan terobosan  UPTD  Air Minum dalam menyelesaikan polemik yang terjadi. ( Robert Tamaroba ).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00