Jemmy Asiku berbagi tips sukses kepada Nyong Nona Manado 2022

Jemmy Asiku membagikan pengalaman kepada peserta Pemilihan Nyong Nona Manado 2022

KBRN,Manado: Pra-karantina Pemilihan Nyong Nona Manado (PNNM) 2022 memasuki hari ketiga (30/06/2022). Kali ini para finalis menerima materi tentang entrepreneurship langsung dari ahlinya yaitu Jemmy Asiku di Ruang Toar Lumimuut, Kantor Walikota Manado. Ia mengatakan bahwa kesuksesan dapat diraih oleh semua orang, tetapi untuk menuju ke sana seseorang harus dapat memulai dari hal yang kecil, rela berkorban, dan bisa berinovasi.

Perjalanan Jemmy menuju kesuksesan berawal dari dirinya masih kecil. Hal ini dilakukannya karena orang tuanya terus mendoakan dan menasihati dia untuk bisa menjadi orang sukses.

“Mama saya setiap malam datang doain saya dan doanya supaya saya berhasil. Orang tua mengharapkan saya untuk berhasil agar orang lain tidak meremehkan saya. Dari situlah mimpi saya sebenarnya adlaah membahagiakan orang tua saya,” katanya.

Berangkat dari doa ibunya tersebut, pemilik IT Center Manado mulai berjualan sejak kecil. Kemudian, meski pada tahun 1997 dia harus berhenti dari kuliahnya di Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS), tapi itu justru menjadi titik baliknya. Pada saat itu, Jemmy harus berhenti kuliah dan pulang ke Manado karena adiknya tidak ingin kuliah. Sebagai seorang kakak, dia pun mencari cara agar adiknya mempunyai usaha di Manado.

“Adik saya tidak ingin kuliah dan bergabung di klub mobil. Dia tidak terlalu pintar dan saya stress dia akan menjadi apa nantinya. Makanya saya pulang Manado dan buat usaha untuk dia yaitu jualan pulsa dan hp. Usaha pertama saya di garasi rumah Wonasa yaitu jualan pulsa. Waktu itu harga kartu perdana prabayar mahal dan baru ada simpati dan mentari dan harganya sekitar Rp500ribu-Rp1juta, ” ungkapnya.

Usahanya itu pun berlanjut dan ia berhasil membuka toko pertamanya yang berlokasi di Jalan Sudirman, Manado. Toko dengan nama Exel itu fokus menjual pulsa dan handphone. Handphone yang dijualnya itu diperolehnya dari penyalur di Surabaya yang dia kenal ketika kuliah sehingga barang-barang yang ada di tokonya diperoleh dengan harga murah. Dalam perkembangannya, Jemmy dipercayakan oleh beberapa produk untuk menjadi distributor di Pulau Sulawesi khususnya di Provinsi Sulawesi Utara. 

“Nokia mempercayakan saya untuk menjadi distributor area Sulut. Kemudian, saya juga pegang telkomsel di Sulut, dan pegang beberapa cabang Parafone beberapa area di Sulawesi,” ujarnya.

Tidak berhenti sampai di situ, pria kelahiran 13 Maret 1979 ini terus berinovasi hingga berdirilah IT Center Manado. Sebelum IT Center berdiri, konsep yang ada di dalam pikirannya adalah bagaimana orang-orang Manado punya satu tempat yang di dalamnya adalah gabungan dari toko-toko yang ada di Jakarta seperti Roxy Mas, Harco, Glodok, dan Mangga Dua sehingga orang-orang Manado tidak perlu ke Jakarta.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar