Kota Manado Raih Anugerah Parahita Ekapraya Dan Kota Layak Anak 2020

KBRN,Manado : Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memberikan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya kepada 13 kementerian / lembaga, 29 provinsi dan 266 kabupaten/ kota atas upaya yang telah dilakukan kementerian/ lembaga maupun pemda dalam melaksanakan strategi pengarusutamaan gender di instansi/ wilayah mereka.

"APE merupakan ukuran untuk melihat kemajuan pembangunan yang berorientasi pada pembangunan berkeadilan gender sekaligus melakukan gambaran implementasi terhadap upaya-upaya yang telah dilakukan oleh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah atas usaha-usaha melaksanakan strategi pengarusutamaan gender," kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga dalam acara Penyerahan Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020 yang disiarkan secara daring di Jakarta, Rabu (20/10/21).

Kota Manado merupakan salah satu Kota yang berhasil menerima Anugerah Parahita Ekapraya sekaligus Kota Layak Anak.

"Upaya-upaya menuju kesetaraan gender adalah strategi pembangunan dengan memberdayakan semua masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki agar dapat keluar dari kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup mereka yang berujung pada peningkatan perekonomian sebuah negara,"ujar Andrei Angouw.

Selain itu Penghargaan Kota Layak Anak merupakan bukti bahwa Pemkot Manado di bawah kepemimpinan AA-RS mempunyai komitmen tinggi untuk mendukung pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak.

Proses untuk mendapat penghargaan ini pun tidak mudah. Evaluasi atau penilaian dilakukan oleh Kementerian PPPA, tim dari Kementerian/Lembaga dan tim independen. Evaluasi dilakukan untuk mengukur capaian kinerja pelaksanaan 24 indikator yang pada akhirnya bermuara kepada Penghargaan KLA yang terdiri dari 5 peringkat, yaitu: Pratama, Madya, Nindya, Utama dan KLA.

"Penghargaan ini berkat kerja keras kita semua. Saya berharap, penghargaan ini dapat memotivasi seluruh OPD di Pemkot Manado untuk bekerja lebih baik lagi ke depan," pungkas Angouw.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00